Bagaimana Membuat Riset yang Baik? (Jilid-2)


Jilid 2 : Jenis dan Pelaku Riset

Ini merupakan artikel kedua dari 4 artikel mengenai Cara Membuat Riset yang baik. Sebelumnya kita telah membahas Apa itu Riset (what?), kini masuk lebih dalam lagi mengenai jenis dan pelakunya (who?). Karena banyak yang meminta, saya buatkan word dokumennya (berisi essay lengkap tentang riset) yang bisa diunduh di akhir sequel ini.
_______________________

 

Dimensi Riset

Dalam jenjang abstraksi suatu proses riset dikenal beberapa istilah sebagai dasar atau acuan. Penafsiran akan istilah tersebut jangan sampai bias maknanya antara satu dengan lainnya sehingga timbulah dimensi riset yang membagi abstraksi dalam levelnya.

Teori kumpulan beberapa dalil yang saling berhubungan (koheren).
Konsep adalah pengembangan dari beberapa teori.
Dalil (Proposisi) yaitu pernyataan mengenai hubungan antar konsep
Hipotesis merupakan  dalil yang dapat diuji secara empiris, menyatakan hubungan antar variabel.

Dalam menjalankan proses riset dikenal beberapa cara penyelesaian masalah (penalaran). Penalaran dapat bersifat deduktif yaitu berawal dari adanya teori mengenai suatu masalah kemudian diikuti dengan hipotesis. Selanjutnya teori dan hipotesis tersebut dikonfirmasi dengan data spesifik yang diperoleh mealalui pengamatan atau eksperimen. Dengan eksperimen didapatkan apakah teori dan hipotesis di awal valid atau tidak. 

Selain penalaran deduktif, terdapat juga penalaran induktif. Dimulai dari observasi yang bersifat spesifik sebagai dasar, kemudian dibentuk pola umum dan hipotesis sementara sebagai dasar teori yang kemudian diuktikan melalui eksperimen.

Jenis- Jenis Riset

Terdapat beberapa jenis riset berdasarkan tipe pengejaraan, bidang yang digeluti maupun berdasarkan bahasannya. Berdasarkan metode yang dipakai riset terbagi menjadi ;

ANALITIK : menggunakan fakta untuk mengevaluasi suatu materi.
TERAPAN/AKSI : menemukan pemecahan yang cepat.
KONSEPTUAL : menghubungkan beberapa ide abstrak atau teori.
EKSPERIMENTAL : bergantung pada pengalaman dan observasi.
FUNDAMENTAL/BASIC : mengutamakan generalisasi.

Berdasarkan sifat yang dipakai riset terbagi menjadi ;

KUANTITATIF : berdasarkan pengukuran/angka.
KUALITATIF : memahami penyebab.

Berdasarkan tujuan yang dipakai riset terbagi menjadi ;

DIAGNOSTIK : mencari penyebab suatu gejala.
DESKRIPTIF : survey untuk menemukan fakta
PRESKRIPTIF : mendapatkan saran pemecahan persoalan.
EKSPLORATIF : membuat ide/gagasan
EKSPLANATIF/VERIVIKATIF :  menguji hipotesis-hipotesis tertentu
DEVELOPMENT : melakukan eksperimen terhadap suatu gejala.
DISCOVERY : menemukan gejala baru.
KONFIRMASI : mempertajam kehandalan atau keabsahan duatu gejala.

Berdasarkan data yang dipakai riset terbagi menjadi ;

PRIMER : data yang digunakan orisinil.
SEKUNDER : data tidak orisinil.

 

Syarat Riset

Riset yang baik harus memenuhi checklist di bawah ini:

  • Berdasarkan hasil kerja peneliti sebelumnya.-> past research guides new research
  • Dapat diulang (replicable, repeatable) sebagai panduan penelitian selanjutnya.
  • Dapat diterapkan diluar setting penelitian (generalizable).
  • Tidak dilakukan dalam isolasi intelektual; berdasarkan logika rasional, ketat terhadap teori.
  • Mengandung unsur kenaikan, tambahan dan keuntungan (incremental).
  • Dapat dilaksanakan (doable); research question dapat diterjemahkan ke dalam suatu proyek penelitian.
  • Berkelanjutan; menghasilkan pertanyaan baru .
  • Mempunyai tujuan akhir untuk kesejahteraan masyarakat.

 

Etika Riset

Riset merupakan suatu penelitian baik penelititan untuk mencari fakta baru ataupun meneruskan penelitian sebelumnya untuk mengembangkan hasil yang ada.

stop plagiarisme untuk Indonesia lebih baik !

Dalam menjalani riset tersebut ada hal-hal yang harus kita jaga, yaitu etika. Seringkali peneliti tidak mau susah dan melakukan kecurangan-kecurangan penelitian. Hal itulah yang sangat dilarang.  Etika riset antara lain ;

  • Plagiarisme (self plagiarism, verbatim plagiarism, patchwork plagiarism)
  • Pemalsuan data ( Falsification )
  • Meniru data ( Fabrication )
  • Tidak menyampaikan hasil  yang tidak signifikan à hasil yang tidak signifikan tidak berarti tidak mempunyai nilai
  • Meng-copy ide /research question orang lain

Apabila terbukti dalam suatu riset dilakukan upaya upaya di atas maka selain riset tersebut dinilai gagal, peneliti risetnya pun akan dinilai buruk ( blacklist ) dan dihukum dengan pasal hak cipta.

 

Syarat Peneliti

Selain memperhatikan bidang riset yang digeluti, riset yang baik memeperhatikan juga sisi penelitinya. Terdapat beberapa sikap yang harus dimiliki peneliti dalam melakukan riset agar riset tersebut baik dan berkulitas. Sifat tersebut antar alain ;

  • Berpengetahuan luas
  • Tajam
  • Logis
  • Berpikiran terbuka
  • Jujur
  • Motivasi tinggi
  • Kooperatif
  • Independent
  • Fleksible
  • Teliti
  • Cermat
  • Ingin tahu
  • Semangat
  • Skeptis (tidak mudah menerima sesuatu)
  • Tanggap
  • Gigih
  • Sabar
  • Orisinil
  • Kreatif

 

Dengan memenuhi kriteria di atas, kita sudah layak mendapatkan julukan Peneliti Tangguh.

 

——————-
Sampai sini kita telah bahas:
Selanjutnya kita bahas:

3 thoughts on “Bagaimana Membuat Riset yang Baik? (Jilid-2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s