Proximity- Prinsip Desain


Ceritanya

Saya baru belajar prinsip-prinsip desain, salah satunya Proximity. Prinsip-prinsip desain ini lah yang menjadi alasan kenapa suatu desain itu tiba-tiba bagus. Kalau kita pernah coba-coba sesekali ngedesain, mungkin buat pamflet acara sendiri, acara kampus , lab, atau coba bikin desain cover proposal sendiri, kita sering berpikir ko jadinya gak cantik ya? itu ternyata karena tidak mengamalkan prinsip desain ini.

Proximity

Proximity bisa saya pahami secara kasar sebagai suatu kedekatan. Proximity = kedekatan. Yaitu Kedekatan antar satu objek dengan objek lainnya. Biasa juga dibilang closeness atau nearness. Proximity ini penting diperhatikan karena closeness mendefinisikan cara pandang manusia, kita secara tidak sadar melihat suatu objek berdasarkan kedekatan itu. Agar lebih mudah biar saya gambarkan.

Saya punya kartu nama di bawah. Coba perhatikan

3DCBB5EB-ED36-4FA6-9A01-D41ECB150FD6

Pertanyaan buat kamu:

  • Bagian mana yang pertama kali kamu liat? Bagian tengah, mungkin, karena paling tebal.
  • Setelah bagian pertama, lalu kamu lanjut liat yang mana? Pojok kiri atas, lalu ke kanan. Ya, karena kita selalu baca latin dari kiri ke kanan kan ya.
  • Setelah selesai baca bagian yang terakhir, apa kamu berhenti melihat atau terus melihat setiap pojok takut ada yang belum kebaca?
  • Apa mata kamu terhenti 5 kali saat hendak baca semuanya? Of course. karena ada 5 separates items di kartu nama.

 
 
Sekarang, saya punya satu kartu nama lainnya. Perhatikan lagi:

C87069D3-48F1-4F9A-8B71-CBCA40E78A13

Lets make it confuse even further. Saya buat ada 2 frase yang tebal.

Pertanyaan lagi:

  • Bagian mana yang kamu lihat pertama kali?
  • Apa kamu start dari pojok kiri atas? Apa dari tengah?
  • Setelah lihat 2 bold phrase itu, kemana mata kamu melihat? Mungkin mata kamu bolak balik ke kedua bold phrase itu, lalu ragu-ragu lihat setiap pojok untuk membaca yang tersisa.
  • Apa kamu tahu kapan kamu beres baca ini?

 
 
Oke, sekarang saya punya satu terakhir.

C10390F2-58A4-40E7-8997-7F9625EBA689

Pertanyaannya:

  • Sekarang, apa kamu bingung harus mulai dari mana?
  • Setelah baca bagian awal, kamu bergerak kemana?
  • Apa kamu tahu kapan kamu selesai?

 
Apa yang terjadi disini dapat dijelaskan oleh prinsip Proximity. Ketika beberapa objek berada berdekatan, mereka bukan menjadi objek yang terpisah melainkan menjadi satu kesatuan unit visual. Seperti di kehidupan keseharian kita, kedekatan (proximity) menunjukan relationship (hubungan). Orang yang deket menunjukan hubungan yang akrab bukan?

Dengan menyatukan objek yang mirip beberapa fenomena terjadi. Tidak hanya menggeser beberapa objek menjadi dekat saja, tapi page jadi lebih teratur. Reader bisa tahu dimana mereka harus memulai membaca dan dimana akan berakhir.

Yang terjadi pada kartu sebelum-sebelumnya adalah, ga ada satupun objek yang kira-kira mirip dengan yang lainnya. Disana kamu gak jelas harus mulai baca dari mana dan berakhir dimana. Pada kartu terakhir, saya grup kan beberapa objek yang mirip ke dalam jarak yang lebih dekat. Mata dengan mudah menyapu informasi dan kita dapat mengontrol mata pembaca harus kemana setelah membaca satu bagian yang lain. Terlihat kan perbedaannya?


Conclusion

Dengan menerapkan konsep sederhana (proximity), sekarang kartu ini teratur baik secara intellectually dan visually sehingga kartu ini bisa mengkomunikasikan pesannya dengan lebih jelas.

Ini merupakan satu konsep dari 4 konsep lainnya.
Untuk baca konsep lainnya, bisa klik di setiap bagian ini; Contrast, Repetition, Alignment (coming soon).

Males nunggu? Subscribe/ follow blog ini untuk dapet informasi baru langsung ke email kamu.

3 thoughts on “Proximity- Prinsip Desain

    • Ga bener! untuk mendesain kita hanya harus tau cara mendesain yang benar. Biasanya kita bisa tau mana desain yang jelek dan mana yang bagus, itu secara ga sadar mata kita sudah punya feels untuk mendesain.

      Nah yang harus dilakukan untuk terjun ke dunia desain yaitu menyadari bagus dan tidaknya itu dengan sadar. Salah satu caranya dengan belajar prinsip-prinsip good desain

      Like

  1. Ya engga lah, sebelum kita membuat sebuah desain kita harus mengerti alasan kenapa kita membuat desain seperti itu, karna selain dari sisi yang bagus, kita juga harus menyampaikan pesan dengan baik dari bahasa visual yang sudah kita buat dan konsep, jadi kemungkinan munculnya makna konotasi sedikit. Jika anda menjual kepada orang yang mengerti tentang desain namun orang tersebut tidak dapat mengaplikasikan ide desain yang ada dalam pikirannya, anda akan banyak diberi komentar.
    Thanks

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s