Perbedaan Geocoding dan Georeferencing


Sering kali kita bingung antara istilah Geocoding dan Georefencing. Kenapa orang-orang sering menyebut 2 hal ini, dan celakanya sering sekali mereka tertukar menyebutnya seperti kedua hal tersebut sama. Mahasiswa pun seperti itu, kalau saya tanya ke mahasiswa bimbingan dulu, masih pun mereka menjawabnya ragu. Karena kebingungan ini dari dulu, dan saya yakin 2 hal ini hal yang berbeda, saya cari lebih dalam mengenai hal ini.

Menarik geocoding. Banyak yang bingung dan sering tertukar istilah geocoding dan georeferencing. Apa sih bedanya? Geocoding itu kalau kamu mau mencari suatu alamat tempat di suatu wilayah. Kalau Georeferencing itu mencari atau menentukan spatial reference yang belum ada sehingga wilayah yang ditentukan dapat match dengan data frame yang sedang diproses. Mudahnya geocoding itu cari alamat. Semacam di google map, ada kolom utamanya untuk mencari alamat. Setelah kita ketik dan enter kita menemukan alamat yang dimaksud. Itulah geocoding.

Gimana caranya ?
Untuk bisa meng-geocoding peta kita, ada 3 hal utama yang harus dipersiapkan 1) Address Table, 2) Reference Dataset dan ke 3) Address Locator. Ketiga komponen ini yang akan bekerja dalam proses geocoding. Prosesnya dapat digambarkan sebagai berikut. Untuk mencari alamat kita bisa mengetikkan dalam kolom pencarian, semacam di google map. Ini sangat mudah dilakukan kalau yang kita cari hanya satu alamat. Namun kalau kita sedang mencari banyak alamat dan ingin setiap alamat tersebut ditampilkan dalam bentuk point misalnya, untuk itu kita membutuhkan address table. Address table berisikan list alamat-alamat dimana kolom-kolom di dalamnya mendeskripsikan alamat yang spesifik, seperti No Rumah, Jalan, Daerah, Kota, Negara, dan ZIP code. Pembagian kolomnya bisa berbeda-beda tergantung dari sistem pencarian yang kita gunakan nanti ke depannya.

Screen Shot 2014-04-18 at 8.29.20 AM

Proses Geocoding

 Reference Dataset dibutuhkan sebagai daerah referensi dalam mencari alamat-alamat kita sebelumnya. Ref Dataset menjadi lahannya pencarian. Kita punya alamat, terus mau cari dimana? Ya di reference dataset. Untuk proses mencari address (dalam address table) di peta kita (reference dataset) kita menggunakan alat yaitu Address Locator. Address Locator merupakan suatu skema pencarian yang berfungsi mencari alamat dalam dataset yang ada. Banyak jenis style address locator. Di ArcGIS sudah dibuatkan predefined address locator style. Address locator style ini menentukan format tabel yang harus dibuat dalam address table sehingga bisa dicari oleh sistem.

Screen Shot 2014-04-18 at 8.30.01 AM

Address Locator Style

Sederhananya seperti itu. Mau penjelasan lebih banyak, komen saja. Nanti akan saya berikan contoh kasusnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s