Jenis profesi GIS dan perbedaan dengan pekerjaan lainnya


Saya pikir – pikir bergelut di bidang RS GIS ini sangat berbeda dengan di bidang lainnya. Ya mungkin serupa kalau bidang pekerjaannya masih dalam Geoscience. Apa bedanya ? Begini, kalau GIS jarang yang pekerjaannya dijadikan freelance. Sedangkan pekerjaan lain, misal Designer, Programmer, Artist, mereka biasa melakukan suatu project dalam skema freelance. Saya pikir ini karena pekerjaan yang diambil designer, programmer atau artist tersebut bisa dilakukan secara mandiri dan lebih bersifat modular dibandingkan GIS works. Project GIS banyak sekali yang harus dikoordinasikan dengan pihak-pihak lainnya, seperti keakuratan data, informasi yang harus ditambah, faktor apa yang ingin disampaikan kepada user, integrasi database antar pengguna dan lainnya.

Selain itu, scope kerja GIS pun luas. Kalau kita diberi project tentang GIS dengan ketidakjelasan batasan kerjanya, ini bisa menjadi disaster. Karena kalau kita ambil sebagian kecilnya saja, misal Associating Table di GIS , ini pun bisa berlangsung lama. Karena kaitannya dengan relationship class yang datanya dari berbagai tabel baik spasial maupun non-spasial dan bersumber dari database RDBMS maupun tidak. Luas. Kalau programmer dia lebih spesifik fokusnya kemana. Apakah ke development desktop, atau ke mobile. Di mobile lebih spesifik lagi, iOS Developer atau Android Developer contohnya. Bahkan kalau di web programmer jauh lebih spesifik lagi. Di bagian Visualisasi (Front End), bagian Server Admin (Back End), atau bagian Dinamisasi.

Selama ini pekerjaan GIS memang dibagi berdasarkan jenis platform yang digunakan. Kalau kamu GIS professional yang kerjaannya memang berkutit dengan ArcGIS Dekstop dan varian sejenis lainnya dinamakan GIS Dekstop Associate atau Professional. Kalau kamu kerjaannya GIS yang berhubungan ke web bisa ada dua nama, kalau lebih berkutit dengan administrasi server dinamakan GIS Server Administrator, kalau berkutit di development web GIS dinamakan GIS Developer. Kalau kamu kerjanya fokus kepada data GIS, membuat skema data, integrasi antara satu data di database satu organisasi dengan organisasi lainnya, membuat arsitektur database dan pengaplikasiannya kedalam suatu sistem entreprise perusahaan kamu dinamakan GIS Architecture. Semua nama bisa ditambahkan Junior ataupun Senior di depannya untuk menunjukkan kematangan skill.

Mungkin ada baiknya pekerjaan GIS ke depan lebih terbagi menjadi spesialisasi tertentu. Kalau saya boleh usul, orang yang fokus bekerja di bagian Evaluating Data, Georefencing & Spatial Adjustment, Geocoding hingga Associating Data dinamakan GIS Data Enhancer, atau GIS Data Assessment, atau kalau lebih advanced kemampuannya bisa dijuluki GIS Data Manager. Begitu juga untuk sisa bagian kerjaan lainnya.

8 thoughts on “Jenis profesi GIS dan perbedaan dengan pekerjaan lainnya

  1. Apakah membagi pekerjaan GIS kedalam “sub/bagian” ,selain yang sudah selama ini dikenal, akan menjadi hal krusial kedepannya?

    Like

    • Sepertinya iya. Karena yang saya lihat saat ini banyak sekali pekerjaan yang membutuhkan fokus lebih mendalam dan dibutuhkan dedicated person that fully responsible for that part of job. Itu pun berlaku untuk pekerjaan di luar GIS. Fokus ini memberikan kemungkinan mudahnya pengaplikasian ke berbagai kasus permasalahan.

      Like

      • Oh begitu, apakah pembagian kerja dan spesialisasi seperti itu dapat bekerja dengan baik di Indonesia? Mengingat terkadang orang Indonesia tetap kurang efisien walaupun sudah banyak ahli yang terlibat di dalamnya.

        Like

      • Pembedaan negara Indonesia dengan negara lain biasanya menjadi pembenaran masyarakat kita dalam suatu masalah. Saya rasa dampaknya akan sama. Pembagian spesialisasi akan tetap berjalan seiring dengan kebutuhan industri. Apabila industri ‘ngeh’ akan suatu scope kerja dan memang butuh orang yang spesifik dalam hal itu. Semua akan berlaku sama, universal

        Like

  2. Menarik Kang. Kalo di Indonesia, kebanyakan seorang “GIS Staff” merangkap kerjanya mulai dari editor, QC, sampai disuruh pula jadi developer. Mungkin kalo banyak pembagiannya bisa labour intensive dalam suatu perusahaan…

    Like

    • Sepakat kang anggik. Masih jarangnya GIS Specialist menjadikan profesi ini serabutan, kita dituntut untuk bisa segala bidang yang berkaitan (jack of all trade). Bermula dari sistem kerja konsultan. Semakin sadar akan kebutuhan GIS semoga semakin tertata juga profesi nya🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s