Bisakah?


Salah satu alasan saya menarik diri dari profesi remote-sensing adalah ketidakyakinan saya dalam memecahkan masalah nyata di dalamnya. Sudah seyogyanya seorang profesional RS (remote-sensing) harus paham betul mengenai kualitas TIN, DTM, DEM, berbagai macam citra, radar, lidar metode pengolahan, klasifikasi dan semacamnya. Walau saya sudah lulus sebagai master geomatika dengan fokus remote-sensing saya masih ragu (atau lebih tepatnya tidak bisa) menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilemparkan di grup keprofesian.

Salah satu pertanyaan berbunyi seperti ini :

Screen Shot 2014-02-12 at 6.04.45 PM

Entah apapun alasannya, saya masih tidak bisa pede dalam menjawabnya. Apabila saya memaksa untuk menjawab pun saya jawab , ‘akan banyak kemungkinan akurasi dan kualitas DTM yang dibentuk dari kontur data.’ Saya yakin si penanya pasti tidak puas dengan jawaban yang gantung seperti itu. Karena saya melihat banyak sekali permasalahan yang tidak bisa dijawab secara eksak (dan ditambah bantuan mentor yang masih minim di bidangnya) RS menjadi kurang menarik. Yang paling utama yaitu permintaan industri akan kebutuhan RS masih minim, itu yang saya lihat dari pandangan sempit ini. Diri pun tidak mendorong untuk mencari lebih dan lebih dalam lagi, seperti tidak ada invisible-force untuk itu. Beda dengan saat melihat brand-operation dan animation, selalu ada gairah untuk cari tau, ‘Kok bisa gini, kok bisa gitu’.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s