NSDI di Balik Layar


Melihat setahun dua tahun ke belakang, saya sering menggurutu kalau NSDI di Indonesia jebet sekali. Dari mulai user interface sampai platform aplikasi ga bisa di akses oleh public user secara powerfull.

Dan sekarang, eng ing eng, saya masuk ke dalam tim development NSDI. Buat yang belum tahu NSDI, NSDI itu singkatan dari National Spatial Data Infrastructure. NSDI itu sebuah sistem, kalo di Indonesia sistem itu dinamakan Ina-SDI/ Ina-Geoportal and still changing..

Tujuan Ina-Geoportal sangat strategis, yaitu bagaimana informasi spasial dapat diakses dengan mudah dengan tepat, akurat, dan real-time. Ini proyek besar sodara-sodara. Terbangunnya platform NSDI bisa dipakai hingga anak dan cucu kita sarjana nanti. Sebagai gambaran, dengan sedikit margin proyek NSDI ini, suatu perusahaan bisa beli satu lantai kantor di gedung tertinggi di Jakarta. fyi.

Siapa yang mengerjakan NSDI?
Orang jepang. Perusahaan pemenang tendernya adalah NTT Data (Nippon Telephone & Telegram), perusahan telekomunikasi negeri sakura. Kenapa ga konsultan Indonesia yang ngerjain, yang menang, kemana anak negeri di saat seperti ini? Pret. Jangan langsung apatis dengan informasi seperti ini. Di saat seperti inilah biasanya banyak orang menyalahartikan nasionalisme. Konsultan Indonesia ada, dan banyak berperan. Hanya di background.

Awal Mula
Memang awal mula proyek ini merupakan proyek Hibah dari jepang untuk membayar hutang bangsa kita. Diberikanlah sejumlah dana untuk merealisasikan mega proyek ini. Tapi..

Tapi ada ketentuan yang harus dipenuhi, salah satunya pengerjaan proyek ini harus menggunakan infrastruktur Jepang baik teknologi, hardware dan servicenya. Tibalah NTT dari Jepang ke Indonesia dengan professional servicenya menggandeng beberapa perusahaan mapping Indonesia. Strategi yang cerdas bukan. Udah ga usah nyinyir, mereka emang cerdas, ga usah ngomel kalo kita ga bisa secerdas mereka, karena kita ga gerak.

Terlepas dari itu, memang dana itu sepertinya tidak ada yang cuma-cuma. Walaupun hibah, tetap ada syaratnya. Kalau begitu bukan hibah toh?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s