Belajar Web GIS -2 (Mapserver dan Basis Data)


Map Server

Mapserver merupakan suatu pack software yang bertujuan sebagai Web Mapping Service yang bertujuan untuk mengakomodasi penyediaan data geografis secara online. Service ini dikembangkan oleh University of Minnesota. Sangat lah super keren dimana service yang sangat penting seperti ini dikembangkan oleh suatu universitas, bukan swasta bukan negeri. Ini contoh yang sangat lah fantastis dan menunjukkan kekuatan pendidikan sebagai suatu yang super powerful.

Sebagai web mapping service, mapserver dapat melakukan berbagai kegiatan:

  1. Membuat CGI (Costum Graphic Interface) yang berfungsi sebagai jembatan antara mapserver – web server.
  2. Mencari basis data informasi dengan perantara peta.
  3. Membuat laporan berdasarkan data tabular (attribut) GIS.

Dari kegiatan-kegiatan tersebut aplikasi mapserver terbagi menjadi dua:

  1. Map file
  2. Map script / Map server CGI

Map file berguna untuk mengubah database spasial menjadi bentuk peta. Dan Map script berguna untuk membuat tools aplikasi webGIS seperti panning, zooming, identify, dan lainnya.

Sebagai server, mapserver memiliki beberapa komponen pembentuk untuk menunjang pembentukan sistem informasi geografis.

  1. Komponen Penggambaran Peta
  2. Komponen Proyeksi Peta, dan
  3. Komponen Akses Data Spasial

Ketiga komponen tersebut memiliki library masing-masing. Untuk penggambaran peta, server akan menampilkan kepada user peta dalam format vektor maupun raster. Libpng; library untuk penampilan peta dalam bentuk .png. Libjpeg; library untuk penampilan dalam bentuk .jpeg, dan GD; library untuk penampilan peta raster dan vektor.

Proyeksi peta memiliki satu library yang populer yaitu Proj.4. yang memberikan informasi sistem referensi koordinat dan datum yang digunakan dalam data spasial. Sedangkan komponen akses data spasial, tedapat Shapelib; library untuk mengakses data spasial dalam bentuk .shapefile (bentukan format file vector produksi ESRI), dan GDAL/OGR; library untuk mengakses data spasial berbagai format yang disetujui oleh OGC (Open Geospatial Consortium).

Basis Data

Basis data atau yang biasa kita sebut database, merupakan tempat kita menyimpan data-data kita. Kalau dalam perumapaan sebelumnya dokumen peta kita adalah peta kertas hardcopy, di GIS kita bisa simpan peta itu dalam bentuk digital. Di scan caranya? .. Bukan. Peta kertas dipecah menjadi format-format yang meaningful di dalam database. Jadi database ga bisa nyimpen data scan-an nih? Hr bukan gitu sih, bisa-bisa aja tapi data scan-an yang bentuknya image/raster tidak berarti banyak. Kita pecah jadi data per entitas/ unsur-unsur informasi yang ada di peta itu.

Kalau misal kita punya Peta Warung Nasi dan Warung Padang Se-Bandung Raya, kita breakdown informasi yang ada disana satu per satu. Ambil informasi posisi si warung, ambil informasi nama si warung, ambil informasi menu si warung, dan ambil informasi harga, pelayanan, komentar konsumen, ampe nomer dan gosip para pelayan di sana. Informasi yang diambil dimasukkan ke dalam database kita dalam bentuk tabel. Nah, dengan itu data kita lebih meaningful.

Basis data itu banyak jenisnya, ada object oriented database, normalized database , ada juga relational database. Yang paling popular dipakai yaitu jenis terakhir dikarenakan kemudahan dalam pembentukkannya dan banyaknya software pendukung. Relational database memisahkan informasi-informasi dalam beberapa tabel terpisah berdasarkan entitasnya. Kemudian tabel-tabel itu dihubungkan satu dan lainnya dengan suatu hubungan logis sesuai dengan aturan main tertentu (enterprise rules).

Kalau kamu mau memplejari Basis data, kamu harus tahu bahwa sistem basis data terbentuk dari berbagai komponen ;

  1. Hardware
  2. Operating System
  3. Database
  4. DBMS (Database Management System)
  5. User
  6. Aplikasi pendukung lain

Jelas dong untuk ngebuat database system kita butuh hardaware untuk nyimpen data-datanya dan untuk running processnya. Semua sistem butuh hardware, semua aplikasi web butuh hardware sebagai server. Fyi, servernya facebook sampai saat ini sudah cukup memenuhi satu gedung wisma BNI 46 di jalan sudirman ibukota kita.

Untuk menjalankan si hardware tadi kita butuh operating system (OS). Contoh OS yaitu Windows 8, Mac OS, Linux, Ubuntu, etc. Database adalah basis data yang akan kita buat dengan DBMS sebagai pengaturnya. Salah satu contoh DBMS yaitu PostgreSQL. PostgreSQL merupakan software open source atau dengan kata lain gretongan. Namun walau gretongan dia sangat powerful. PostgreSQL punya ekstensi software yang bernama PostGIS yang berguna untuk memberi spatial reference ke setiap database spasial di Postgre. Dan komponen terakhir yaitu user sebagai pengguna si database yang kita buat. User menentukan segala-segala manipulasi yang akan dilakukan di database system ini, karena userlah yang akan memakainya. Kalo ga ada user, ngapain juga database dibuat.

Di dalam database system, data spasial (data yang mengandung informasi lokasi) akan dimasukkan juga ke dalam tabel seperti halnya data lainnya. Namun ada perbedaan penyimpanan untuk data spasial. Penyimpanan dilakukan dengan 2 alternatif cara sebagaimana termaktub dalam aturan simple feature spesification. Data spasial disimpan dalam bentuk WKT (Well-Known Text) dan WKB (Well-Known Binary).

Wah kayaknya banyak ya yang harus dipeljarin untuk buat webGIS.. 

Weits, jangan jiper dulu. Memang akan banyak yang dipelajarin, tapi ga perlu sekaligus semua dipantengin. All you need to do is to find the best start for you. Try to start from what you love first. Kalo kamu courious banget nih tentung basis data, cuba mulai dari sana. Atau kamu udah pushing banget denger-denger tenting mapserver terus, ya cuba dari sana.

4 thoughts on “Belajar Web GIS -2 (Mapserver dan Basis Data)

  1. terima kasih untuk informasi nya. kebetulan saya sdang blajar membuat webGis, dan saya agak kesulitan karna ini kali pertama saya membuatnya. saya sudah install aplikasi arcgis, mapserver m4sw dan chameleon. apakah itu sudah cukup?

    Like

  2. Bang, ada rekomendasi buku untuk belajar membangun webgis dgn opengeosuite?
    Aku pengin belajar nih…
    Aku punyanya bukunya “Eddy Prahasta yang membangun WebGIS dengan MapServer” Soalnya…
    Tapi penginnya nyoba yang opengeosuite…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s