Hari ini melihat sakaratul maut


Hari ini saya menyaksikan sakaratul maut persis di depan mata sendiri. Sakaratul maut yang histeris. Saya denger kabar Bapak itu tiba tiba sakit struk dan terakhir makanan tidak bisa masuk lagi karena tersendat oleh lendir di tenggorakannya. Ga ada firasat sebelumnya sih bapak samping bilik saya akan meninggal hari itu. Sebelumnya memang jangan kan makan, berbicara saja susah, suaranya lebih terdengar seperti kumur kumur dibandingkan suara bicara. Saat detik-detik sakratul maut, istrinya histeris teriak, spontan saya dan warga di sekitar kamar kaget beranjak ke bilik. Paramedis pun sigap berlari bawa peratalannya.

Ternyata tidak mudah mengucap Allah di saat detik akhir
Istri yang histeris tidak menambah baik usaha paramedis memompa dada bapak. Suasana siaga. Peralatan seperti kabel-kabel berujung akupuntur dipasang. Tanpa diperintah semua ambil bagian masing-masing. Saat itu saya pegang gorden agar tetap tertutup. Ya mayan penting la demi keberlangsungan nyawa hidup orang banyak :)). Syahadat pun dibacakan berulang kali di telinga bapak. La ila ha illallah. La ila ha illallah. La ila ha illallah. terus dan terus.. tetap si bapak tidak sadarkan diri. Semua orang sudah pesimis dengan kematian, hanya sang istri yang belum rela. Saya sendiri berpikir, terlepas dari usaha paramedis dan suster yang ada disini, ketika ajal datang tidak ada yang bisa menghalangi. Apa bisa mengucap nama tuhanmu saat akhir hayat? Itu bukanlah hal yang mudah. Mulut dan hati akan seirama dengan kekuatan iman. Bukan lah otak yang menggerakkan mulut untuk melalfalkan Allah saat di akhir hayat, tapi ketebalan iman yang menuntun kita untuk berucap. Chusnul Khotimah, itu tujuan setiap muslim yang lahir di dunia ini.

Bapak pun meninggal. Kita semua menyaksikannya. Tapi, apa ada yang merasa hadirnya malaikat izrail di samping kita? Hal itu terus dipikiran saya. Kok ga ada yang sadar ya malaikat izrail dateng. Apa malaikat itu ada dengan sosok menyrupai manusia berada di sekitar kita yang sedang sibuk memompa dada si bapak namun hanya bisa dilihat oleh si bapak, atau, malaikat hanya berada di dalam pikiran si bapak datang dan pergi. Wallahu alam.

Saya pun ikut bantu keluarga almurhum untuk beres beres barang bawaan untuk pulang dan ke ambulan. Memang yang standby di rumah sakit ini hanya istri dan mantunya, itu pun mantunya sering pergi keluar. Selagi di jalan balik ke kamar, tersirat, apa mungkin berikutnya giliran saya?.. atau kamu.

One thought on “Hari ini melihat sakaratul maut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s