Tidak terasa tinggal hitungan hari wisuda. Teringat lagi pertama kali masuk jurusan goedesi geomatika. Bahkan di awal masuk jurusan ini saya ga tau ada geomatika di belakang geodesi. Antara senang dan putus asa memasuki dunia ini. Keterbatasan lah yang mengantarkan saya ke sini. Tapi apakah jalan ini adalah jalan yang tepat? Akal pun sudah malas membahas saat sudah terlanjur matang 5 tahun.

Lebih lagi teringat saat menginjakkan kaki di itb, bahkan saat sma yang kepikiran masuk itb. Awal saya incar itu Teknik Informatika, secara dulu saya orang high tech banget, they said. Dalam hati tetap, disiplin yang dijalani tidak harus sesuai dengan kemampuan dan hobbi. Sedikit banyak ada benarnya. Ternyata masuk jurusan mana pun di itb akan berdampak besar pada kepribadian individunya. Itb memiliki iklim yang cukup baik dalam menumbuhkan karakter pejuang bagi mereka yang mau. Kondisi ini pun menjalar ke segala aspek, di mana pun jurusan kamu berada, kamu pasti bisa survive dan mendapatkan pekerjaan terbaik, lingkungan premium, gaji tinggi, high prestige. Hanya itu buat mereka yang ingin pekerjaan terbaik sesuai disiplinnya bisa jadi tidak bagi keinginan hatinya.

Memang, saya sudah dari dulu menemukan perbedaan secara sangat jelas antara kata mau dan mampu. Kembali, ternyata pertanyaannya mungkin sudah seharusnya dibelokkan. Apakah saya bisa menerapkan perjuangan saya di jalan lain?

Ya. perjuangan ini, sudah saya buktikan bisa saya lakukan. Mengapa jalan lain tidak?
Indonesia, ku kan membangunmu.

2 thoughts on “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s