Temanmu Sifatmu


Kondisi sikap seseorang tidak sepenuhnya merupakan ciptaan mereka sendiri, tetapi juga masih terikat pengaruh sekitarnya.

Apa kamu pernah merasa bahwa sifat seorang guru, teman, atau sahabat merupakan asli timbul dari dirinya? Tidak. Tidak sepenuhnya karakter yang dimiliki seseorang berasal murni dari dirinya, namun sudah terpengaruh dari lingkungannya.

Memang benar tingkah laku, tindakan dan semacamnya berawal dari karakteristik sesorang yang merupakan bawaan sedari kecil, namun apakah dari kecil kita berada sendiri di dunia ini? Tentu tidak kan, sehingga sedikit banyak sifat yang kita miliki merupakan fungsi dari sifat orang-orang yang berada di lingkungan kita.

Ada seorang bapak yang merasa dirinya hebat. Bapak ini kebetulan bekerja sebagai pengusaha kain. Segala tindakan yang dilakukan pasti benar dan segala perintah dan usulnya itulah yang paling tepat. Dia senang memerintah kepada sekitarnya akan tugas-tugas yang harus dikerjakan, mengkomentari tugas orang lain merupakan kekhasannya. Mungkin lain halnya jika dikomentari merupakan hal yang baik dan komentar yang diberikan membangun, namun sayang ini sebaliknya.

Tidak seorang pun masyarakat di sekitarnya menyukai bapak tersebut. Tidak juga bawahannya, tidak juga rekan kerjanya. Keluarga di rumah pun segan akan sosok bapak ini. Jangankan untuk menegurnya, menyarankan hal kecil pun tak sanggup. Istrinya terlihat lelah untuk mengingatkan si bapak, namun seperti besi yang jauh dari api pembentuknya, bebal kekar tak bergeming. Singkat cerita si bapak menjadi musuh bersama dan tidak disukai banyak atau bahkan semua orang di lingkungannya.

Dari sedikit kasus nyata di atas, apa yang kamu tangkap? Apakah si bapak salah dengan perilakunya? Apakah si bapak merupakan orang jahat? Apakah  memang si bapak yang salah jika dia suka menghardik dan mengomentari orang? Apakah itu murni merupakan kesalahannya?

Apabila melihat cerita di atas, mungkin si bapak merupakan aktor utama antagonis. Perilakunya total salah. Namun, cerita di atas hanyalah sepenggalan cerita dari seluruh lentera cerita kehidupan si bapak. Kita tidak tahu apakah si bapak memang memiliki karakteristik seperti itu dari awalnya. Mungkin saja sedari kecil si bapak sudah mengalami hal yang serupa dengan apa yang dilakukannya sekarang. Mungkin saja si bapak merasa hal yang dilakukannya wajar karena memang sudah rutin dirasakannya sejak dia kecil. Mungkin saja lingkungan si bapak, baik keluarga maupun teman bermain memang menerapkan sistem hardik dan komen.

Disinilah pentingnya memilih lingkungan. Hal yang terpenting adalah teman. Bijak dalam memilih teman bermain merupakan kunci pembentukan sikap yang baik. Disaat awal kita memilih teman itu sudah merupakan satu kunci penting karakter. Teman yang baik menghasilkan sikap yang baik, teman yang buruk menghasilkan sikap yang buruk. Dimana kamu bergaul , disitu kamu akan berbaur dan ditempa.

Kurang dari 1600 tahun yang lalu, Rasulullah telah memahami hal ini. Dalam sabdanya beliau berkata,

Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.”
(HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Dari artikel ‘Pengaruh Teman Bergaul — Muslim.Or.Id

Beda ya memang ucapan seorang rasul dengan saya. Rasul mengatakannya dengan penuh arti dan penghayatan yang tepat. Beliau mengatakan bahwa teman merupakan hal yang krusial dalam penentuan sikap kita. Apabila kamu berteman dengan orang baik, kamu akan terbawa baik, kalaupun kamu tidak mau terbawa baik, kamu akan tercap baik oleh orang lain karena seringnya berkumpul dengan orang-orang baik. Dan apabila kamu berteman dengan orang jahat namun kamu tidak ikut berbaur, paling tidak kamu telah mendapatkan percikan apinya (tercap buruk di mata orang lain).

Sekarang kita dapat membedakan. Be wise friend.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s