Integritas


Sambil menunggu kiriman tugas dari temen segrup, mungkin lebih asik kalau sedikit menulis.

Mungkin tentang integritas. Integritas.. ya, integritas. Saya agak tidak pas berbincang masalah ini sekarang, karena saya yakini saya pun masih jebol dalam integritas apalagi dengan adanya serangan fajar bisikan gaib dari setan diri yang selalu mengajak keburukan.
Tapi saya ingin berbincang kecil tentang integritas. Apa itu integritas? Bagaimana seorang mengetahui dirinya berintegritas? Bagaimana menyikapi orang yang tidak berintegritas?

Sumber terabsah mengatakan :

in·teg·ri·tas n mutu, sifat, atau keadaan yg menunjukkan kesatuan yg utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yg memancarkan kewibawaan; kejujuran; (KBBI, 2008)

Bagaimana mengetahui diri berintegritas?

Sudah berapa banyak janji (ke orang lain & diri sendiri) yang kamu tepati, Sudah berapa banyak tugas yang kamu lakukan tepat waktu, Sudah sebanyak apa yang kamu bicarakan kamu lakukan?

Mungkin pertanyaan itu bisa menjawab seberapa integritas kita. Mengutip kecil dari kejadian yang saya alami hari ini, yang mungkin sering di alami oleh banyak orang kapanpun, ya rekan kerja tidak bekerja sesuai dengan tanggung jawabnya. Tidak sesuai bisa dikatakan beban pekerjaan yang tidak seimbang atau tidak disiplin waktu. Kita seringkali masuk ke dalam peristiwa ini. Udah yang ngerjain saya semua, pas dibagi bagian yang sdikit, telat lagi ngasihnya. Perasaan itu kerap muncul. Wajar. Manusia menampilkan sifat manusianya = manusiawi.

Kalau saya menanggapi perasaan itu, lepas ga lepas. Lebih mengikhlaskan, toh yang mendapat manfaat paling besar disana adalah yang mengerjakan. Ah, tidak banyak ambil pusing. Semua telah ada porsinya, mungkin menurut kita adil adalah yang telah disepakati sebelumnya, namun koin keadilan ternyata mempunyai sisi lainnya di mata Tuhan. Adil di mata Tuhan adalah memberikan perkerjaan berat pada saya dan pekerjaan ringan pada lainnya, who knows. Dia yang paling tahu rencana-Nya.

Lalu bagaimana menghadapi orang yang tidak berintegritas?

Terlepas dari itu semua, memang tidak bisa dikesampingkan integritas oleh metode keikhlasan. Kenapa tidak bisa? Karena keikhlasan merupakan fungsi pribadi, tidak berjalan jika fungsinya koloni. Hal yang dapat diambil adalah,

  1. Kita tahu, tidak adil merugikan orang lain, maka patuhi perjanjian, jalankan integritas.
  2. Kita tahu, mungkin orang lain ikhlas, tapi kita tidak bisa menyalahgunakan keikhlasan seseorang. Bukan berarti ikhlasnya orang tersebut tidak murni, tapi karena ini merupakan tugas. Tanggung jawab

It’s just my opinion. Terbuka ruang untuk diskusi. Tapi saya lebih memilih melaksanakan apa yang saya ucapkan dulu, baru diskusi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s