Sekedar celotehan yang mungkin bukan sekedar


Malam berganti pagi, fajar hadir kembali dan sang penguasa siang berdinas kembali sesuai tanggung jawabnya. Allhamdulillah saya masih diberikan rahmat, kesehatan dan usaha dalam segala episode yang dihadapi.

Teringat celotehan teman beberapa waktu lalu, saat kami sedang makan bersama di sore hari yang senja, melemparkan sumpelan pikiran yang tersumbat dalam diri. Banyak sekali yang kami bahas, dari mulai yang sedang happening, euro 2012, persib yang kalah, kasus pemilihan cagub jakarta, tertangkapnya neneng, wisuda, keprofesian, hingga masalah jodoh juga. Ya, walau topik yang lain menarik tapi teman teman lebih banyak fokus ke point terakhir, jodoh. (ya, they always do).
Pertanyaan diawali dengan satu pertanyaan ekslusif, “Ada yang pernah atau sudah menulis target jangka panjang?” , dari 3, 2 orang tidak menuliskan rencana target hidupnya. Beralih ke pertanyaan selanjutnya, “Umur berapa rencana nikah?”. ” 28 “, ” 28 “, jawab mereka. Hm, apa tidak terlalu lama umur 28. Yang paling saya senangi apabila ngobrol dengan mereka yaitu pendapat dan opini yang diajukan tidak kosong, namun berlandaskan dengan fakta dan rasionalitas tajam. Dibahas, untuk menikah setidaknya kita harus memiliki ancang-ancang baik jiwa maupun harta. Kesiapan finansial tidak dapat dipungkiri. Kondisi yang diinginkan, pada saat pernikahan, paling tidak kami telah memliki rumah, kendaraan (mobil), dan biaya pernikahan. Dengan kondisi ideal seperti itu itung-itungannya akan sangat besar. >.<

Salah satu menyaut, “Ada ni, urang pernah baca cerita, “. Dia adalah seorang PNS, dengan gaji 3 juta sebulan (mungkin nilai ini sudah lumayan besar untuk PNS baru), merencanakan pernikahan dengan segera. Apabila itu kita jadikan patokan untuk impian ideal kami, mari kita hitung ..

Biaya pernikahan (paket gold) .. 250 jt
Kendaraan (mobil) .. 300 jt
Rumah (mengontrak) .. 100 jt

singkatnya total 650 jt. Apabila dibagi dengan penghasilan 3 jt per bulannya, berarti sekitar 216 bulan tereralisasi (dengan kondisi ga makan ga minum, ga bayar ini itu, total abis untuk kawin). 216 bulan itu sekitar 18 tahun. Kondisinya si pegawai PNS itu pun sudah berumur 25-26 an apabila menunggu 18 tahun, ya.. menikahnya masih muda la ya umur 43, +3 dari umut emas.

Ya, sekali lagi, itu kalau ikut impian ideal kami dengan tidak ada usaha lain, hanya mengharapkan ridho dari Allah swt. x.x Hha, itu hanya sekedar guyonan. Seriusnya, kami belum merencanakan menikah dalam jangka dekat ini. Saya sendiri masih ingin disibukkan dengan berbakti pada keluarga dan kemajuan bangsa. Kami hanya sempat berpikir bahwa hidup kami akan berpisah dengan jalannya masing-masing. Saat SMA kami tidak pernah bertemu sekali pun, kenal pun tidak. Begitu pula setelah masa kuliah, mungkin kami akan menemukan teman-teman baru, sahabat-sahabat seperjuangan baru, tapi itu tidak akan mengubah perkenalan menjadi perpisahan. Sebuah tantangan muncul, “Siapa ni yang kayanya nikah duluan?” ya… biarkan itu menjadi misteri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s