Terapi


BIsmillahirrahmanirrahim.

Pukul 05.43, pagi ini dibuka dengan sholat subuh berjamaah dengan ibu, setelah melihat pertandingan jerman-belanda tadi malam saya semakin yakin tim panzer paling tidak masuk ke perempat final euro. Always guys, always there. Pagi ini sedikit linglung mau dimulai dengan apa, karena beberapa take terjadi beberapa waktu lalu membuat saya sedikit meletup.

Oh ya, tadi malam datang kabar mendadak nan tidak disangka, tim kami lolos masuk PIMNAS 2012. Waw, sangat tidak disangka Meremoro perusahaan yang sudah dirintis dari tahun 2010 akhirnya punya kesempatan untuk membunyikan gaungnya ke lahan nasional. Sebenarnya saya tidak terlalu senang, karena saya sudah berharap di awal, “Ya Allah, tolong cukupkan sampai di sini, apabila Kau menghendaki sesuatu yang lain atasku, itu adalah kebesaran-Mu”. Dan ya…, hasilnya sesuatu yang lain.

Bukan maksud saya untuk tidak ingin masuk PIMNAS, tapi saya sendiri melihatnya kurang pas, jika usaha untuk menggapai ini merupakan usaha bersama yang terbagi secara rata dan asa, fine, ini saya sangat syukuri dan saya sangat antusias. Tapi jika hanya usaha beberapa orang saja dan serasa kerja seorang individu bukan kerja kelompok, … ya saya rasa saya gagal dalam membina kelompok.

Enam tahun saya belajar berorganisasi, membina saling kepercayaan, bergerak saling membantu, menghormati segala tanggung jawab dan beban orang lain, namun saya masih merasa gagal dalam menjadi pemimpin. Kelompok yang saya pimpin selalu terbawa dalam perpecahan, entah itu anggota menghilang, anggota ga ngerjain amanahnya, anggota ga merasa nyaman, semuanya ada. Astaghfirllah

Ya, ini pure kesalahan saya, memang saya menulis ini sebagai salah satu terapi juga untuk intropeksi diri saya. Jadi kalau ada yang membaca maaf ya, ikut masuk ke area pikir si saya. Terlepas dari itu semua, selalu langsung tetrpikir oleh belahan jiwa saya yang lain, “Kapan dong mau ngebenerinnya, kamu pasti bisa jadi pemimpin yang oke”, jawaban saya.. “pan kapan deh, capek.”

Kembali lagi ke PIMNAS, saya melihat pandangan lain, semenjak saya berhenti dari kesibukan organisasi terpusat, ada perasaan yang mengganjal. Perasaan ini sa ngat lah tidak enak rasanya dari hari ke hari. Perasaan yang selalu muncul jika kita merasa bahwa kita ditinggal oleh teman-teman kita. Sepi. Sangat sepi. Semenjak teman saya menjadi presiden, ada satu keganjalan hati yang sangat saya rasakan. Sampai saat ini masih sangat kental terasa.. Why, why..

Dari PIMNAS ini saya akan buktikan, walau saya tidak dianggap lagi, walau saya tidak diperhitungkan lagi, saya ga kan menyerah. Bakti saya tidak hanya sebatas itu saja kawan, kita semua tau kita mengaktualisasikan diri kita dengan segala aktivitas semua bertujuan dalam pucuk menjadi pribadi madani. Pribadi madani yang dapat membangun sekitarnya menjadi ikut madani, bermanfaat, makmur, dan loh jinawi. Saya bisa melakukannya, PIMNAS okey i bet you.

Saya persembahkan hal ini kepada teman saya yang selalu saya ingat dan saya doakan akan kelancaran kegaitannya. Saya terus mendukungmu kawan, apabila nanti dapet mendali emas, mendali itu untukmu kawan. Saya bukan penghianat.

One thought on “Terapi

  1. Meskipun keadaannya seperti yang kamu tuliskan diatas, semoga cepat dikasih jalan keluarnya untuk jadi pemimpin yang baik dan semoga perasaan yg mengganjal segera diganti dengan perasaan yang melegakan. Insya Allah kamu kuat menjalaninya. We still proud of you..

    Semoga lancar, dimudahkan dan sukses
    Good luck!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s