Pribadi Gagap


Terbaring di kasur selama 2 hari bukan merupakan pilihan yang tepat untuk mengejar suatu impian yang dicitakan. Tapi apalah daya, badan pun memiliki limit yang tidak bisa ditembus oleh keinginan semata. Cidera yang tak disangka akan menghentikan gerak akhirnya terjadi juga.
Well, selama istirahat banyak sekali hal yang teringat dari mulai senda gurau teman, kisah sahabat, pertengkaran, dan percakapan informal lainnya itu semua mengingatkan saya akan apa saja yang telah terlewati. Saat suatu pagi setelah solat subuh, ibu sengaja menyalakan tv dengan volume yang sangat besar, ini teknik jitu baru untuk membangunkan adik saya, program tausiah pagi terpasang.

“Apa arti dewasa?” tanya ustadz tersebut kepada seorang artis muda bintang tamu. Kata-kata itu tidak sengaja masuk ke dalam telinga saat saya jalan ke mushola. Dengan terus melaksanakan aktivitas, telinga pun terus mengintip ke dialog ustadz tv. “Ya.. apa ya, dewasa itu uda bisa mandiri”, jawab si artis. Saya pun ikut berpikir apa ya arti dewasa. Pertanyaan-pertanyaan setelahnya pun ikut dijawab oleh pikiran saya, “Apa kamu sudah dewasa?”, “Apa buktinya kamu sudah dewasa?”

Lama sebelum saya sempat menjawab apa itu dewasa, pertanyaan itu dijawab sendiri oleh ustadz, “Dewasa menurut Islam itu sudah bisa membedakan, sudah bisa memilih. Bisa membedakan mana yang benar mana yang salah, tidak perlu diperintah untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Tidak perlu disuruh harus memakai celana itu, harus membersihkan ini, harus sholat tepat waktu, karena dia sudah dewasa dia tau apa yang seharusnya dia lakukan.”

Terbesat dipikiran, apa saya sudah memenuhi kriteria dewasa, paling tidak yang disebutkan oleh ustadz tadi. “Ah, kalau itu saja saya si udah..” , kadang itu merupakan kalimat pembenaran. Sangat sering kita tidak bisa menjadi pribadi dewasa. Jangankan standar dewasa yang kita tetapkan, standar dewasa yang disebutkan ustadz tadi saja bablas.

Melihat kondisi saat ini, sering saya lihat pribadi, apa ya istilah yang enak buat sosok ini, pribadi gagap. Pribadi ini sudah berumur tapi saya lihat belum dewasa. Sering saya perhatikan apalagi saat di acara yang mempertemukan banyak orang ‘dewasa’, seperti Job Fair. Dia sudah berumur cukup untuk bekerja, badannya sudah melebih cukup untuk membangun rumah tangga, sudah meluluskan strata satu, namun pembicaraannya dangkal.
Tidak bermaksud menghakimi, tapi menurut saya apa yang mereka bicarakan sangat tidak pas untuk dilontarkan di area publik. Oke, kalau alasannya adalah kata-kata yang digunakan ditujukan kepada teman sepermainannya, tapi tetap saja berarti teman sepermainannya memiliki sosok pribadi gagap juga. Sebagai salah satu contoh,

“Lu, ngapply kemana aja nyet?”, “Banyak lah gue, migas ama BUMN uda semua.”, “Eh, ada wardah, soleh banget ya, lu ga ngapply?”, “Hhaha, males gue, pas tesnya pasti disuruh baca Quran tuh”, “Hhahah” Mulai dari sini kuping saya uda males ngintip.

Mungkin ga sekedar itu, masih banyak contoh prbadi gagap atau mungkin saya pun masih terserang penyakit itu. Benar kata seorang teman dalam statusnya, “Tingkatkan Kapasitas Diri”, itu yang saya bisa sarankan untuk diri saya sendiri dan orang-orang yang saya sayangi. Keep in track guys. May God be upon with us.

2 thoughts on “Pribadi Gagap

  1. Dewasa itu berarti dari pikiran kan ya? Dari pola pikir, dari cara pandang terhadap suatu kondisi dan cara menyikapinya. Iya? Dewasa itu tidak terbawa arus, dewasa itu menentukan jalannya sendiri (yang terbaik).

    Like

    • Mungkin ga dari pola pikir aja ya, karena kalau hanya dalam pola pikir itu masih dalam dunia abstrak, kalau cara pandang kita jadikan tindakan dan gerakan sadar itu masuk ke dunia aksi. Dewasa mungkin masuk ke kedua dunia itu. cmiiw🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s