Bagaimana Membuat Riset yang Baik ?


Jilid 1 : Apa itu Riset ?

Ini merupakan artikel pertama dari 4 artikel mengenai Cara Membuat Riset yang baik. Anda bisa membaca sequel artikel lainnya disini. Karena banyak yang meminta, saya buatkan word dokumennya (berisi essay lengkap tentang riset) yang bisa diunduh di akhir sequel ini.
_______________________

Manusia diciptakan dengan diberkahi anugerah terbesar dari penciptanya yaitu akal pikiran. Dengan akal manusia berpikir, mencerna persoalan, menyiasati keadaan, dan mencari solusi jitu akan segala permasalahan yang dihadapi dalam hidupnya. Selain itu, akal pun digunakan manusia dalam mencari hasrat kehidupan mereka. Hasrat tersebut dapat meliputi berbagai aspek kehidupan yang akhirnya berujung pada kelangsungan hidup manusia.

Hasrat manusia untuk menyelamatkan hidup tidak lepas dari sejauh mana akal pikiran mereka mencerna permasalahan dan mewujudkannya dalam sebuah persoalan yang dapat dipecahkan solusinya. Ini lah yang kemudian menjadi suatu pengetahuan yang memerlukan ilmu dalam pemecahan masalahnya sehingga timbulah ilmu pengetahuan.

akal dan hasrat manusia melahirkan ilmu pengetahuan

akal dan hasrat manusia melahirkan ilmu pengetahuan

Ke depannya, manusia selalu melakukan pemikiran dan penyiasatan untuk mengubah hidupnya agar lebih mudah dan lebih nyaman. Diperlukan upaya dalam pemecahan masalah- masalah kehidupan dimana ilmu pengetahuan menjadi basis penting dalam pencariannya. Riset merupakan kunci dari itu semua.

Riset merupakan upaya manusia untuk mencari solusi akan suatu masalah kehidupan manusia dengan langkah-langkah sistematis tertentu secara ilmiah. Dengan riset diperoleh solusi dan kesimpulan ilmiah mengenai suatu permasalahan sehingga manusia dapat mempraktikannya langsung untuk merubah kehidupannya.

Seringkali ketika kita akan membuat riset kita terhenti karena tidak tahu harus dimulai dari mana. Atau kita terhenti karena bingung akan topik dan tujuan pembahasannya. Untuk itu di sequel pertama ini saya akan bahas mengenai fundamental riset.

Untuk membuat riset yang baik, kita harus memulainya dengan mengetahui arti dari riset itu sendiri. Hal yang seperti apa yang bisa dikatakan riset dan hal lain yang tidak digolongkan riset. Tujuan riset dapat dijadikan salah satu motivasi mengapa riset dilakukan. Ketika topik dan tujuan telah ditentukan, selanjutnya kita pelajari tahap demi tahap pelaksanaan riset dengan landasan tujuan yang jelas sehingga kita tidak kehilangan arah.

 

Definisi Riset

Terdapat beberapa macam definisi riset, diantaranya ;

Penyelidikan ilmiah secara sistematik terhadap persoalan berdasarkan data , pertanyaan atau isu dalam suatu bidang ilmu. Di dalamnya tercakup uji empiris, penyusunan dalil, pengujian pernyataan, kritik terhadap teori seseorang, atau pun penjelasan tentang suatu fenomena.

Pendekatan secara sistematik untuk membuktikan atau menyangkal suatu hipotesis.

Mendapatkan informasi yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan sehingga dapat membantu menyelesaikan suatu persoalan.

Usaha keras untuk menemukan fakta baru, prosedur, metode dan teknik melaui kajian ilmiah dan penyelidikan yang kritis.

Aktivitas yang dirancang untuk menguji suatu hipotesis, menghasilkan kesimpulan sehingga memberikan kontribusi bagi pengembangan pengetahuan.

Suatu rangkaian pelaksanaan kegiatan yang telah dipikirkan secara matang dan cermat yang memungkinkan untuk mengetahui bagaimana suatu persoalan dapat dipecahkan atau paling tidak diminimalkan.

 

Dari beberapa definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa di dalam riset terdapat beberapa aspek penting, seperti ;

  • riset merupakan rangkaian kegiatan (tidak hanya satu kegiatan),
  • riset meupakan pendekatan ilmiah,
  • riset harus sistematik,
  • berdasarkan data dan uji empiris
  • bertujuan menjawab pertanyaan
  • riset dapat menemukan fakta, prosedur, metode atau teknik baru.

Sehingga penulis dapat menyimpulkan bahwa riset pada hakekatnya adalah ;

Upaya dalam mencari kebenaran atau solusi suatu permasalahan melalui suatu proses ilmiah yang sistematik  berdasarkan data dan pengkajian berbagai disiplin ilmu dan kemudian pengetahuan tersebut dapat digunakan untuk perubahan kehidupan.

 

Tujuan Riset

Terdapat beberapa tujuan suatu proses riset, diantara yaitu ;

  • Mengetahui sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui oleh manusia.
  • Meningkatkan pengetahuan manusia agar lebih yakin dan sesuai dengan kenyataan.
  • Menemukan sesuatu (discovery).
  • Menyelidiki situasi atau persoalan yang ada.
  • Mencari solusi atas suatu persoalan.
  • Membangun atau menyusun prosedur/sistem baru.
  • Menjelaskan fenomena baru, membuat pengetahuan baru.

Namun sebelum proses riset itu sendiri dijalankan ada pula maksud dan tujuan riset dijalankan, yaitu;

  • Mendapatkan uang.
  • Promosi jabatan.
  • Mendapatkan pekerjaan.
  • Mempertahankan pekerjaan.
  • Mendapatkan gelar.
  • Supaya terkenal

 

Proses Riset

Proses riset terbagi menjadi beberapa tahap, saya ilustrasikan seperti ini:

 

Identifikasi Persoalan

Yaitu proses mengidentifikasi permasalahan yang akan dipecahkan untuk mencapai tujuan riset. Tahapan ini adalah menentukan Research Question. Ini merupakan tahapan paling krusial dalam riset karena ini adalah inti permasalahan riset. Seringkali riset tidak terpecahkan karena Research Question tidak jelas dan spesifik. Bahkan para ilmuan setuju bahwa apabila kita telah menemukan Research Question  riset kita sudah berhasil 50 %.

Observasi & Deskripsi

Tahapan ini adalah mencari tahu lebih dalam mengenai permasalahan yang dihadapi dengan cara melihat kondisi dan keadaan lapangan. Didapatkan gambaran deskriptif mengenai kondisi yang ada.

Menyusun Hipotesis

Yaitu mengambil kesimpulan awal mengenai pemecahan masalah riset. Kesimpulan awal ini berupa anggapan peneliti di awal yang akan dibuktikan keabsahannya kemudian dengan menggunakan uji hipotesis atau eksperimen. Hipotesis ini penting agar penelitian mempunyai arah dan tandingan di awal. Sehingga jalannya riset yaitu membuktikan hipotesis di awal adalah benar atau mematahkan pandangan hipotesis di awal.

Menguji Hipotesis atau Eksperimen

Proses membuktikan bahwa hipotesis awal benar atau tidak. Eksperimen dilakukan dengan tes penelitian dapat berupa tes laboratorium, tes ketilitian lapangan, atau lainnya.

Pengulangan dan Verifikasi

Yaitu mengulang kembali proses riset dan memverifikasi hasilnya. Ini bertujuan agar hasil eksperimen benar benar absolut dan terjamin kebenarannya.

Teori dan Hipotesis Baru

Setelah dilakuakn uji hipotesis, eksperimen dan verifikasi maka saatnya mengambil kesimpulan dengan cara membuat teori atau hipotesis baru yang menggambarkan hasil riset tersebut. Setelah itu selesai proses riset dapat kembali ke identifikasi masalah jika ternyata tibul permasalhan baru atau proses riset ingin dikembangkan.

——————-
Selanjutnya kita bahas:

19 thoughts on “Bagaimana Membuat Riset yang Baik ?

    • Sama sama, kalau bang abdul suka artikel tentang membuat riset, bisa juga baca artikel terkait riset disini, atau bang abdul juga bisa follow (tombol di paling atas browser) untuk dapat informasi-informasi fresh setiap minggunya!

      Like

  1. bagus , bahasa yg jelas dan tegas tdk berbelit shg mudah dicerna , bermanfaat untuk membuat tesis akhir bg mahasiswa/wi nice article . ilmu yg bermanfaat bg banyak org,

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s