Sesi menulis : Oke


Oke, pukul 13: 58 hari selasa. Lo ko ga kuliah ?

Ya…pertanyaan yang bagus untuk memulai sesi menulis ini. Bukannya tidak ada jadwal kuliah atau bukan juga karena salah  tulis, tapi memang hari ini saya tidak kuliah. Pasti bolos nii ….. yaeyalah, yang namanya ga masuk pasti bolos lah. Jangan berpikir negative dulu, ini bolos bukan karena kesengajaan. Pukul 06.30 teng –memang bukan jam segitu kuliahnya – saya mengantar adik ke sekolah. Pukul 08.30 teng, jadwal untuk berangkat ke kampus. Pukul 11.00 teng, jadwal kuliah geoling. Bolos.

Dan semua itu hanya jadwal …

Pukul 08.30 nyatanya saya masih di rumah dengan didampangi belasan lembaran kertas tugas dan catatan. Pukul 11.00 nyatanya laptop pinjeman ini masih setia menemani saya mengerjakan tugas yang untuk menghitung banyaknya pun memerlukan waktu tambahan lagi. Kenapa musti segitunya si ngerjain tugas sampai ninggalin kuliah, pasti kejar deadline ya, dasar deadliner. Bukan, bukan seperti yang dipikirkan. Deadline mungkin benar hari ini pukul 13.00 namun saya mengerjakan tugas ini sudah dari 2 minggu sebelumnya. Karena ini merupakan tugas yang besar (panjang perjalanan mengerjakannya) maka saya cicil-cicil per bagian. Ada beberapa tahap bagian yang saya belum mengerti cara mengerjakannya maka dari itu kemarin saya baru berhasil menemui teman ,teman satu-satunya lebih tepatnya, yang bisa mengerjakannya.

Masih ada waktu malamnya dong untuk nyelesainnya .. yap benar sekali, rencana yang dibuat di awal memang seperti itu. Saya mengerjakan tugas tersebut di kampus dalam kertas kotretan dan di rumah tinggal melanjutkan dan menginput ke komputer. Sesampainya di rumah, pukul 20.30, mamah menyambut dengan hangat, sangat hangat. Ya, saya yakin ada suatu tugas tambahan bagi saya.

Memang sudah diperkirakan sebelumnya si, karena 2 hari lagi idul kurban pasti mamah meminta bantuan untuk membuatkan daftar peserta kurban dank desain kupon pengambilan untuk tahun ini. Sama seperti tahun yang lalu, tahun ini 4 sapi dan sedikit tambahan yaitu 2 kambing. Bapa sendiri sibuk di masjid karena beliau memimpin langsung kurban tahun ini, 17 sapi dan entah kambing berapa. Singkat kesimpulannya; sibuk semua.

Rencana mengerjakan tugas setelah pulang ke rumah pun terancam gagal karena terlalu capek. Sayang kalau ini semua hanya dilewatkan begitu saja. Sayang kalau ini semua tidak dilandaskan karena keikhlasan, tidak bernilai ibadah. Saya selalu diajarkan seperti itu. Segala, apapun itu kegiatannya,sesibuk apapun kamu di dunia, yang akan ditanyakan kelak di alam kubur dan akhirat adalah amalanmu, ibadah apa yang kamu lakukan untuk Tuhanmu. Karena itu, insyaAllah saya selalu berusaha untuk mengerjakan semua kegiatan yang dilakukan baik kuliah, rapat, kaderisasi, main-main, pokoknya apa sajalah dengan niat bermanfaat bagi orang lain sehingga mempunyai nilai ibadah di mata Allah.

Rencana mengerjakan tugas pun gagal. Selesai membuat daftar kurban pukul 23.15. saya masih berusaha untuk membuka buku dan menyalakan laptop pinjaman ini, tapi kata hati berbicara … “ Gimana kalau tidur dulu sil? Gimana kalu sekarang tidur dulu.. trus jam 2 atau jam 3an gitu bangun lagi… gimanaa ?” Rayuan setan.

Dan saya pun terayu …

Teng, waktu jam handphone menunjukkan pukul 05.12. Fix, kebodohan. Niat yang mulanya mulia untuk bangun dini hari … bergerak untuk solat malam dan mengerjakan tugas,  yang tertinggal hanya dusta. Sebenarnya tidk begitu kaget si, karena melihat dari pengalaman (trackrecord kehidupan) selama saya berniat untuk bangun malam hasilnya adalah nol.  Dari 7 kali usaha untuk bangun malam, hanya 1 kali yang terlaksana, itu pun karena kebetulan ada yang sms tengah malam -aneh banget ko suara sms bangun tapi suara alarm ga bangun *__* –

Agenda pun berputar kembali, setelah mengantarkan adik, saya balik lagi ke rumah dan berniat untuk mengerjakan tugas. Tidak disangka, saat ini pun masih sempat tertidur walau hanya sebentar.zz. Tugas pun akhirnya dapat diselesaikan tuntas sudah bersama footer dan cover pukul 12.39. Oke, M-21 baru selesai (red: menit min 21). Buru-buru saya mandi sekenanya, solat dzuhur dan pergi

Dan turunlah hujan yang lebat … Subhanallah.

Ada pepatah yang mengatakan, “ Kejarlah ilmu sampai ke Negeri Cina” dan saya pun setuju maka saya  pantang semangat langsung menerobos hujan >> ga nyambung. Ternyata, niat bagus pun tidak selamanya baik. Niat yang bagus tetapi tidak melihat situasi dan kondisi malah menjadi Niat bodoh. Siang tadi benar-benar hujan yang deras. Langsung saya terobos, karena sendirian di motor jadi sedikit leluasa. Di jalan hujan semakin lebat, jalan sudah tertutupi air dari kanan kiri solokan. Lebat dan membludak. Awalnya masih bisa ditoleransi, “Ah.. paling bentaran lagi reda ga banjir lagi”. Dan ternyata salah. Di belokkan mau ke jalan utama, jalan sudah penuh dengan air, banjir 70cm. Tancap gas terus, oli rantai habis, sampah di jalan masuk ke sela rantai, rantai copot, motor pun berhenti mendadak..ckit.

Hampir saja saya slip dijalan yang banjir ini. Hujan besar, banjir 70cm, rantai coplok, motor mogok, telat tugas. What a nice day. Terpaksa rantai harus dibenerin di tempat. Walau basah kuyup akhirnya selesai. Perjalanan tidak bisa dilanjutkan, fall back. Balik lagi ke rumah dan menunggu sampai reda.

Pukul 14.20 hujan menjadi gerimis. Tanpa banyak cungcai, langsung berangkat. Masih terlihat bekas hujan lebat barusan, sampah sampah berserakan di jalan. Singkat kata, tugas pun saya kumpulkan. Dosen sudah keluar dari kelas dan sudah pulang dari kantor. Saya taro saja tugasnya di meja beliau *dan sampai sekarang saya masih waswas takutnya tugasnya ga diterima karena hilang atau karena dikira ga sopan langsung naro di mejanya* . selesai memberikan tugas, Arse sudah menunggu untuk menagih janji minta tolong bantuin re-install laptopnya. Pelatihan GIS pun tadi terasa sangat lelah karena memang dimulai pukul 17.00 (sore banget).

Dan sekarang, pukul 23.29, malam takbiran. Allhamdulillah, semoga hari-hari ke depan menjadi lebih berkah dan lebih bermanfaat.

Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar, Allahu Akbar..Allahu Akbar.. Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillah Ilham.

2 thoughts on “Sesi menulis : Oke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s