Gejala yang Terjadi Akibat Pengaruh Elastisitas terhadap Harga Keseimbangan


Sisi Konsumen :

Pengaruh Elastisitas Permintaan pada Perubahan Penawaran terhadap Harga Keseimbangan

 Barang inelastis ε <1	       	        Barang elastis ε >1

———————-  Barang elastis ε >1                                Barang inelastis ε <1 ————

Pada saat suatu kondisi dimana permintaan konsumen tetap tetapi penawaran mengalami perubahan, yaitu produksi berubah (bertambah), maka akan terjadi suatu penurunan harga barang tersebut. Hal ini terjadi baik di dalam barang yang bersifat elastis maupun inelastis. Perbedaannya terletak pada perubahan (delta)  harga dan jumlah barang yang bernilai besar yang mengakibatkan perubahan harga keseimbangan yang ekstrim.

Barang elastis, misalnya kopi pada saat mengalami pertambahan jumlah (quantity) namun permintaan tetap maka perubahan harga yang ditawarkan tidak terlalu drastis menurun, ini disebabkan grafik permintaan (demand) tidak begitu curam yang mengindikasikan permintaan barang elastis tidak begitu berpengaruh terhadap  jumlah yang tersedia. Kopi sebagai barang yang bersifat sekunder dapat disubstitusi dengan barang yang lain maka dari itu penurunan harga kopi yang diakibatkan pertambahan jumlah kopi tidak terlalu drastis karena adanya barang pengganti, misalnya teh.

Lain halnya pada barang elastis, misalnya beras. Beras merupakan barang primer. Pada saat barang elastis mengalami pertambahan jumlah (quantity) namun permintaan tetap maka perubahan harga yang ditawarkan drastis menurun. Ini disebabkan karena grafik barang elastis yang curam.

Contohnya pada saat kasus beras musim panen, jumlah beras meningkat sehingga penawaran meningkat tetapi jumlah permintaan tetap beras selalu tetap (tidak lebih tidak kurang) sehingga terjadi penurunan harga yang drastis begitu pula pada saat musim paceklik. Pada saat musim paceklik permintaan akan beras tetap (tidak lebih tidak kurang) namun jumlah yang ditawarkan menurun sehingga harga beras melonjak naik. Itu lah dasar diadakannya campur tangan pemerintah dalam pengarahan tindak ekonomi, seperti adanya bulog, operasi pasar, ekspo-impor komoditi dsb.

Harga keseimbangan yang terjadi sangat berpengaruh terhadap perubahan elastisitas permintaan, yaitu dipengaruhi apakah barang tersebut elastis atau inelastis.

Sisi Produsen :

Pengaruh Elastisitas Penawaran pada Perubahan Permintaan terhadap Harga Keseimbangan

———————— Barang inelastis ε <1                              Barang elastis ε >1 ————-


Pada saat kondisi dimana Jumlah penawaran (supply) tetap, jumlah barang tetap, namun jumlah permintaan (demand) berubah, baik bertambah atau berkurang maka akan terjadi perubahan harga. Apabila jumlah barang tetap dan permintaan bertambah maka akan terjadi kenaikan harga begitu pula apabila barang tetap dan permintaan berkurang maka akan terjadi penurunan harga. Hal ini terjadi baik di barang elastis maupun inelastis.

Pada barang elastis, perubahan permintaan terhadap jumlah barang yang tetap akan menyebabkan perubahan harga yang tidak begitu signifikan. Ini dikarenkan grafik Supply yang tidak curam. Grafik supply yang tidak curam mengindikasikan bahwa pada barang elastis seperti Kopi, saat jumlah kopi  tetap namun permintaan bertambah,  harga kopi tidak begitu meningkat tinggi karena kopi memiliki barang pengganti yang lain, misalnya teh.

Berbeda dengan beras sebagai barang inelastis. Pertambahan jumlah permintaan beras yang mungkin disebabkan oleh adanya bencana alam, musim paceklik dsb akan sangat mempengaruhi kepada harga beras itu sendiri. Hal ini dikarenakan barang inelastis memiliki grafik yang curam dimana ∆Q (perubahan jumlah) memiliki nilai yang lebih kecil daripada ∆P (perubahan harga) sehingga bertambahnya sedikit saja ∆Q akan berpengaruh besar pada naiknya ∆P .

Harga keseimbangan yang terjadi sangat berpengaruh terhadap perubahan elastisitas penawaran, yaitu dipengaruhi apakah barang yang ditawarkan tersebut elastis atau inelastis.


9 thoughts on “Gejala yang Terjadi Akibat Pengaruh Elastisitas terhadap Harga Keseimbangan

  1. Kita sebagai pedagang jeruk, di saat harga jeruk kita turunkan, maka pada posisi elastis atau inelastis kah yang lebih menguntungkan? Tlong dijelaskan alasannya.
    Dan pada saat harga jeruk kita naikkan, pada posisi elastis atau inelastis yang menguntungkan? Tolong dijelaskan pula alasannya.
    Terima Kasih.

    Like

    • saat harga diturunkan, permintaan akan melonjak sehingga kondisi seperti ini dapat menguntungkan pedagang. Tentu saja ini dalam keadaan idel karena prinsip harga keseimbangan berjalan hanya pada kondisi ideal nadya🙂

      Like

    • tidak begitu sulit rizal, bisa dibuat dgn mc.excel dapat dengan memasukkan fungsi permintaan (demand) dan penawaran (supply), atau dengan memasukkan koordinat yang diketahui baik dari permintaan dan penawaran.

      Like

  2. kak aku boleh minta ajari tentang mikro ekonomi dunk…
    aku baru mulai kuliah ambil akuntansi
    lha sekarang aku dapat tugas dari dosen untuk melakukan pengamatan tentang elastisitas permintaan tapi di tujukkan ke bahan pokok seperti “Beras”
    itu gimana sich kak… aku seberapa enggak faham…….
    apa aja sich teorinya….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s