Dibalik Peristiwa Kebakaran Depo Pertamina


Senin 19 Januari 2008 – kebakaran terjadi kembali, lain dari kebiasaan tahunan, kali ini tangki minyak Pertamina menjadi objek penderita kebakaran. Tepatnya Depo Pertamina, Plumpang, Jakarta Utara. Kebakaran terjadi dini hari saat warga di sekitar kejadian masih terlelap tidur.

api membangunkan warga yang terlelap tidur subuh hari

api membangunkan warga yang terlelap tidur subuh hari

Api meluap seketika menjalar kilang nomor 24. Merupakan suatu keberuntungan atau bukan bahwa kilang tersebut relatif menampung materi yang lebih kecil dari kilang di sekitarnya. Kilang nomor 24 berkapasitas 5000 kiloliter premium sedangkan kilang di sampingnya, 22 dan 23 berturut-turut berkapasitas 15.000 kiloliter solar dan 10.000 kiloliter premium. Hal ini yang dijadikan salah satu bukti pengamanan pihak Pertamina.

Tentu kebakaran yang terjadi di kilang nomor 24 itu terjadi karena sebab tertentu, dan sampai sekarang tim investigasi Pertamina masih mengevaluasi dan menyelidiki tentang bencana ini. Kabar baiknya, pihak Pertamina langsung tanggap terhadap kebakaran yang terjadi dan setelah itu disusul dengan satuan pemadam kebakaran. api segera padam saat hari menjelang siang, ini dikarenakan adanya kerjasama yang baik antara pihak Pertamina dengan Pemadam Kebakaran.

Dilihat dari sisi science

Dari sudut pandang ilmu pengetahuan didapatkan beberapa faktor dalam suatu peristiwa kebakaran itu sendiri. Secara teoretis, setidaknya ada 3 faktor utama yang menjadi penyebab awal suatu kebakaran tangki.

  1. Faktor Keberadaan, Adanya bahan bakar pada tangki.Ini tentu menyebabkan adanya kobaran api dalam proses pembakaran.
  2. Adanya Faktor Pendukung, OksigenOksigen mutlak harus ada dalam peristiwa pembakaran, baik pembakaran secara besar (makro) ataupun pembakan skala kecil (mikro)
  3. Suhu udaraSuhu udara yang naik melebihi titik bakar minyak yang ditimbun pada tangki.

Ketiga faktor tersebut merupakan penyebab awal dengan asumsi kebakaran yang terjadi bukanlah human’s error. Disisi lain masih banyak faktor-faktor yang mungkin melenceng dari teoretisnya. Tim investigasi Pertamina mungkin akan meneliti penyebab kebakaran kilang (tangki) nomor 24 dari ketiga faktor diatas terlebih dahulu. Kita tahu dalam suatu pencarian penyelidikan selalu mengataskan Asas Praduga Tak Bersalah kepada semua pihak, sehingga penelitian dapat dilakukan dengan cara melihat penyebab dari benda fungsional bukan dari pekerja dahulu.

Dengan adanya teknologi dalam pembangunan kerugian semacam ini dapat mudah diminimalisir karena pada saat kebakaran terjadi sebagian minyak mentah yang berada pada tangki yang terbakar dapat dialihkan ke tangki yang lain. Teknologi lain yang diterapkan di bidang ini salah satunya sistem pengamanan kebakaran.

Pertamina membantah adanya dugaan sistem pengamanan tangki penyimpan BBm tidak bekerja sehingga terbakarnya tangki nomor 24 terlambat diketahui.

Direktur Utama Pertamina, Arie H Sumarno, mengatakan

Seluruh tangki Depo Pertamina dilindungi oleh sistem pengamanan yang ketat.

Hal ini patut disadari tetapi dengan hanya mendengar dan berspekulasi terhadap perkataan “sistem pengamanan yang ketat” kita tidak akan tahu seberapa besar kadar ketat yang ada, sehingga perlu adanya inspeksi ulang terhadap sistem pengamanan tersebut.

Untungnya, hal ini dibuktikan dengan tidak terbakarnya tangki nomor 22 dan 23 yang notabene menyimpan bahan bakar yang kapasitasnya jauh lebih besar. Secara praktis sistem pengamanan ini aktif ( berfungsi dengan baik) pada saat terjadi kebakaran. Oleh karena itu, pihak Pertamina masih menyelidiki apa penyebab terbakarnya tangki nomor 24. Adanya sindikasi bahwa tragedi ini merupakan sabotase pun diklasikafikasi tidak benar adanya.

Dilihat dari sisi pemerintah

Janganlah kita selalu salahakan pemerintah terhadap permasalahan yang terjadi di tanah air kita ini. Sebelum kita melihat dengan jelas apa permaslahan yang ada, bagaimana, dan mengapa bisa terjadi kita tidak bisa menghukumi dengan gamblang siapa yang bersalah dan bertanggungjawab. Sebagai akademisi, kita pasti mengetahui hal tersebut dan menjadikan pandangan itu sebagai dasar dalam penyelesaian suatu masalah apapun.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla meninjau secara mendadak lokasi terbakarnya salah satu kliang di Depo Pertamina Minggu malam.

Ini pentingnya dilakukan inspeksi terus-menerus terhadap sistem perkilangan maupun materialnya, sebab untuk menjaga keamanan dan kelancaran bekerjanya depo tersebut, harus dilakukan dengan melalui pengelolaan yang baik.

Ungkapan dari Pa Wapres bukan merupakan suatu perintah teknis yang dapat secara praktis dilakukan. Ini adalah himbauan umum. Wapres tidak membicarakan detail, karena dia bukan orang teknik yang memahami seluk beluk keteknisan sehingga sebagai engineer kita harus dapat mentransformasi himbauan tersebut menjadi suatu langkah-langkah teknis di lapangan.

Sebagaimana yang kita tahu pemerintah sedang mengalami proses restrukturisasi dan pengemabangan kembali sehingga diharapkan dapat menyelaraskan terhadap perkembangan zaman yang terus berubah.

Pendapat seorang mahasiswa

Kebakaran bukan merupakan hal yang lumrah, mulai dari kebakaran hutan sampai kebakaran rumah sangat sering terjadi di republik kita ini. Mahasiswa dapat menjadikan peristiwa-peristiwa yang melanda sebagai sutau media pembelajaran, sebagai suatu evaluasi bukan hanya untuk pemerintah – yang selalu disoar-soarkan kejelekannya – tetapi untuk mahasiswa sendiri sebagai bekal kelak mengurus negara. Kita sadari perkembangan zaman menuntut kita menjadi suatu pemimpin yang fungsional, serbabisa. Selain bisa bekerja diplomatis tetapi juga lancara dalam melaksanakan teknis di lapanagan. Keselarasan ini yang dapat menjadikan segala masalah dapat diatasi dengan lebih mudah.

Peran yang dapat dilakukan sekarang yaitu mempelajari kesalahan yang ada, dalam kasus ini mengetahui penyebab kebakaran tangki nomor 24 dan mengevaluasi hal tersebut, tidak tertutup kemungkinan mahasiswa dapat berperan serta dalam inovasi perkembangan teknologi praktis yang diterapkan.

Note : Artikel ini mengambil sumber dari media cetak dan digital. Penulis adalah seorang mahasiswa yang pasti masih banyak kelemahan dalam penulisan pemikiran ini. Apabila ada saran dan kritikan membangun diharapkan dengan sangat menulis comment dibawah dan

Anda telah menyumbangkan sebuah pemikiran demi kemajuan mahasiswa dan negara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s