Doa Seorang Bocah


posting hangat kali ini adalah si wasil mencoba untuk membagi sebuah cerita, yang kagak suka ama cerita ya mendingan ngga usah baca, tapi dijamin ni cerita gokill banget , isi commentnya ok,here it is!

Alkisah di sebuah negeri antah barantah diadakan sebuah perlombaan mendorong mobil. Semua lapisan masyarakat turut serta, dimulai dari orang dewasa sampai anak-anak pun ada. Semua peserta berlomba-lomba untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin dan menyiapkan mobil mereka dengan baik. Tak ada yang luput dari perhatian mereka sejak jauh-jauh hari kecuali bagaimana caranya untuk menjadi yang terbaik di perlombaan tersebut. Akhirnya tibalah saatnya hari dimana perlombaan mendorong mobil tersebut diadakan.

Pada babak final akhirnya keluarlah tiga orang finalis—seorang dewasa dengan mobil modern, remaja dengan mobil rakitan sendiri yang super canggih, dan seorang bocah dengan mobil kayu. Ketika wasit akan meniup peluit tanda pertandingan dimulai, tiba-tiba si bocah berteriak, “Tunggu dulu….!!!”. Sang wasit pun urung meniup peluit dan berkata,”Ada apa, Nak? apakah kamu mau mengundurkan diri?”. “Tidak, saya hanya ingin berdoa sebentar…bisakah?”. “Baiklah, tapi jangan lama-lama…”. Bocah tersebut pun berdoa dengan khusuknya untuk beberapa menit.
Setelah itu peluit pun dibunyikan. Para penonton bersorak-sorai mendukung jagoan mereka, tetapi tidak ada satupun yang mendukung si bocah.
Putaran pertama, diungguli oleh mobil modern milik orang dewasa, sayangnya tiba-tiba saja pada putaran ke dua mobil tersebut rusak, hal itu menyebabkan si remaja dengan mobil rakitanlah yang memimpin. Hal itu pun tidak berjalan lama karena ternyata perut si remaja itu sakit sehingga ia tidak dapat meneruskan pertandingan. Keluarlah si bocah dengan mobil kayu sebagai juara pertama.
Saat penyerahan medali kemenangan, bocah tersebut naik ke atas panggung untuk menerima hadiahnya. Sepersekian detik sebelum medali dikalungkan, salah seorang penonton di barisan belakang tiba-tiba berteriak, “Sebentar…!!!!”. Semua kepala pun tertuju kepadanya. Lalu ia lanjut berkata, “Saya ingin bertanya, apakah kamu berdoa supaya menang dan yang lain tersisih, Nak??”. Bocah tersebut terdiam sejenak lalu tersenyum malu-malu sambil berkata, “Sepertinya tidak adil untuk meminta pada Tuhan agar menolong saya untuk mengalahkan orang lain, saya hanya bermohon pada Tuhan agar saya tidak menangis jika kalah”. Para penonton pun takjub akan kebeningan hati sang bocah.

SO what gitu loh??
Sering sekali kita berdoa supaya segala yang kita inginkan dikabulkan, yang kita harap terjadi, yang kita cita-citakan tercapai, dan tentu saja.. untuk menang!!

Kita terlalu sibuk mendoakan diri sendiri tanpa perduli pada orang lain, jangankan untuk mendoakan, sempat terlintas harapan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi pada orang lain, yang dipedulikan adalah… saya harus menang! Walaupun itu akan menyakiti orang lain sekalipun!!

Tapi tak bisakah kita berpikir lebih bijak dengan menanamkan dalam hati, bahwa saingan yang sebenarnya adalah diri kita sendiri! berjuang untuk mengalahkan rasa malas..! berjuang untuk mengalahkan pikiran bahwa kita pasti akan berhasil hanya dengan usaha kita semata.

Pesan moral :Berusaha adalah sebuah kewajiban, tetapi hanya ALLAH SWT yang tau bagaimana akhirnya.

One thought on “Doa Seorang Bocah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s