nasib Remaja Desainer Part II


remaja bandung udah sip banget dalam masalah desain mendesain. tapi ya… perkiraan gw mah yang ngedasin sih itu-itu aja. maksudnya klo suatu organisasi sebut organisasi A mengadakan suatu acara, perwakilam salah satunya mengatakan ke seorang remaja desainer sebut si OO dengan kata yang baik dan benar, tapi dengan nada memaksa dan waktu yang mendadak, “OO, tolong bikinin desain poster tuk acara ini ya?”
dan OO akan menjawab, “Eh,,, untuk kapan tuh desainnya?”
A: untuk hari kamis!

baik sekali hati si A yang menyuruh si OO untuk membuat desain dan selesai hari kamis dan faktanya si A meminta *lebih tepat menyuruh sih* desain itu pada hari Selasa.
baik sekali bukan. coba bayangkan bagaimana sejuknya dan bijaksananya hati para peminta desain yang telah meminta *beneran, lebih enak disebut nyuruh sih* bantuan kepada desainer.
mereka akan tenang dan damai terasa dalam hati karena desainnya telah diselesaikan dengan desainer handal.

TAPI EE (baca: double E) pisan untuk para desainer.
mereka tidak memikirkan para desainer. hanya diberi waktu 2 hari mengerjakan suatu desain. mending kalo dihargai desainnya, paling ngga dengan berkata,”wah, desainnya gokill banget!”
tapi apa yang kebenyakan mereka dapat, senyuman lebar dan perkataan, “udah selesai O?” *muka memaksa dan sinis*

SIALAN!
KUTU KUPRET!
YA ALLAH AMPUNI DOSA SAYA!

desainer juga manusia teman. kamu pikir 2 hari bisa nyelesain desain. hoh?
desainer sejati biasanya memiliki pegangan untuk desainnya, yaitu desain harus berseni dan menimbulkan rasa esteteika. klo 2 hari *sekali lagi* kalo 2 hari * sekali lagi ah *kalo 2 hari, gimana mau bagus. belum klo ada ulangan besoknya, pr fisika dan portofolio Pkn belum lagi??
apa kalian tidak berpikir!
hidup desainer!

bukan salah bunda mengadung, membaca pun saya tidak bisa *Lho?*
yang lebih parahnya lagi bukan organisasi A aja. hampir 8 dari 10 organisasi sekolah meminta desain ke orang yang sama.
bayangin lagi klo 2 hari itu ada orderan dari 4 organisasi (gw sering kaya gitu edan *wedan*).

pesan moral:
klo minta desain mbo ya liat-liat dulu jadwalnya desainer itu, usahakan dengan kata yang lemah lembut penuh perasaan dan klimaks yang menaik *udah mulai ngaco* jangan lupa sudut pandang cerita pun penting dalam aspek ini *kacau deh*

6 thoughts on “nasib Remaja Desainer Part II

  1. desain grafis bukan desain gratis…n’ desainer not deadliners…tapi, bwt remaja sekalian…ga usah takut jadi desainer…desainer itu suatu pekerjaan yang mengasikkan dan yang paling menentukan keberhasilan sesuatu….

    Like

  2. oh, biasa kok… kalo dah terjun ke dunia kerja “pokoknya besok jadi” , itungan 5 jam juga pernah… biasa itu…🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s