Allhamdulillah, saya masih bisa menghirup udara segar pagi hari tadi dan menikmati indahnya bulan pada malam ini. Banyak sekali yang telah dijalani saat liburan ini ya. Apakah kamu merasakan hal yang sama? Mungkin tidak banyak tempat yang dijelajahi namun pikiran dan pemahaman jauh berkelana ke alam sana. Semoga perjalanan jiwa dapat memperkuat kedewasaan dan berujung ibadah.

Teringat kalkulator memaksa untuk memakai dirinya. Saat itu 29 Desember 2011, ya 3 hari sebelum 2011 berganti. Kerja Praktik menyibukkan diri saya hingga kegiatan lainpun seakan tidak diberikan sedikit shaf untuk merapat. Tiga hari itu memaksa saya untuk lebih keras mengerjakan laporan. Mau tidak mau target sudah dituliskan. Detik pun menjadi barang yang sangat berharga. Lengah sedikit hilang waktu tertelan pikiran melayang. Tetapi ada hal yang lebih mengganjal daripada laporan. Mundur lebih ke belakang, dituliskan kompetisi essay pemuda membangung bangsa harus diikuti harga mati (it means mau ga mau harus ikut). Kompetisi ini penting bagi saya , ini merupakan salah satu milestone untuk menjadi penulis. Apabila memenangkan kompetisi ini saya akan lebih percaya diri dengan target saya menulis di koran nasional 3 kali tahun ini.

Apatah dikata, waktu berlalu 3 hari terlewati namun tidak juga membuat essay itu. Apakah laporan kerja praktik menghambat? hm, yaa walau memang laporan belum selesai tapi ini bukan alasan utama tidak mengikutinya. Alasan utama yaitu waktu yang serasa lebih cepat dan saya belum memiliki coretan sama sekali untuk membangun kerangka berpikir pembangunan bangsa.

31 Desember 2011, hari H pengumpulan essay dan essay pun belum ada. Saya menyerah, memang target pun harus fleksibel. Target  harus bersifat fleksibel agar dapat memaafkan diri sendiri apabila tidak terlaksananya target yang dicapai sehingga target yang lain tidak terasa seperti hanya pekerjaan tanpa hati. Di hari itu, saya tak sengaja melihat timeline (linimasa) tentang proficio awards di itb fair yang deadline nya ternyata malam itu juga.

Wah, kenapa bisa lupa si ndul ? >:s

Saya baca linimasa dan situsnya, “Best Innovation Idea” tertera sebagai salah satu kategori awards yang diberikan. Teringat akan karya lama yang sudah sedikit menghilang.  Tanpa berpikir panjang, saya unduh formulir dan lengkapi persyaratan yang dibutuhkan. Panggil rekan lama untuk membangunkan proyek yang sudah terkubur ini dan bagi peran penyelesaian. Saya mengerjakan bagian I yang meliputi core teknologi, dia mengambil bagian aplikasi terhadap masyarakat. Bersama bekerja dengan perantara sambungan internet modem GSM.

Pikiran terfokus, kata kata tertuliskan, sumber dan opini menyatu membentuk 5 halaman ide cerdas tepat pada saat semua orang sedang sibuk membeli petasan bersama pasangannya. Malam tahun baru.

Pada saat orang bertanya, “Apa yang kamu lakukan saat malam tahun baru?”

Bikin Laporan ! -straigh answer from us

Pukul 00.00 . akhirnya laporan ide beres dan semua dikirim ke panitia tepat pada waktunya. Buru-buru keluar rumah menyaksikan semburan kembang api. “Kembang api ini ga jauh beda kaya tembakan perang dunia ya”, celetuk di hati. Saya bertiga (saya, kakak dan adik) melihat bersama petasan yang meluncur ke atas stiap bangunan. Karena rumah kami memang berada di daerah tinggi kota Cimahi sehingga jelas sekali petasan berada di lapisan sedikit lebih atas dari atap rumah. Teringat pemandangan ini saat berada di pesawa melihat dari atas.

Muncul harapan, semoga ide yang telah dibuat di akhir tahun lalu berbuah manfaat. Dan hari ini pun tiba. Entah apakah Tuhan mengiyakan doa saya atau ini merupakan ujian kembali bagi saya. Pada awal tahun 2012, pengumuman PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) keluar. PKM ini  kegiatan yang sudah saya jelaskan di posting seblumnya, kami berusaha 1minggu untuk membuat proposal usaha.

Allhamdulillah “Meremoro, Desain Kemasan Asik untuk Pangan Tradisional”, Achmad R. Wasil menjadi nama pertama yang muncul pada lembaran kelolosan program PKM 2011. Selain itu “Apal! Guidance Tools”, Achmad R. Wasil masuk dalam nominasi Best Innovation Idea Profico Awards. Terimakasih ya Rabb, Engkau selalu menguji hambamu yang hina ini :)

Pernahkah kamu mendengar cerita tentang penantang muda dan guru Zen? cerita tersebut menggambarkan tentang kemampuan yaag tidak sekedar skill. Kalau belum, mungkin sedikit saya ceritakan.

 Terdapat seorang pemuda, dia pandai sekali dalam memanah. Mata panah dia mainkan, target selalu didapatkan tepat sasaran. Setiap orang diantaranya selalu ditantangnya dalam memanah, dia selalu menang. Tidak ada yang melebihi ketangkasan dia dalam memanah. Masyarakat mengaguminya akan ketepatan panahnya.

 Setelah sekian lama, dia mendengar tentang guru Zen dengan ketangguhannya dalam memanah. Karena kehebatan Zen tersebut dia mendapatkan gelar guru. Pemuda itu pun segera mencari guru Zen tidak sabar untuk menantangnya dalam memanah. Bertemulah pemuda dengan guru Zen di sebuah gunung pedalaman.

 Tidak sabar lagi, pemuda langsung meminta duel panah. Pemuda itu segera mencari target panahnya, anak panah terhempaskan kemudian dilepaskan kembali anak panah kedua dan tepat membelah anak panah sebelumnya. Pemuda berkata, ” Tengoklah, anak panahku terbelah dua tidak tersisa. “ Apakah engkau bisa menandingi hasil panahku ? “. Guru Zen tetap diam dalam sikapnya dan membawa pemuda itu naik ke suatu tempat. Naik beberapa bukit dari tempat semula guru Zen membawa pemuda ke tebing dimana terdapat jembatan panjang yang terbuat dari kayu yang sudah rapuh. Jembatan itu  menghubungkan dua bukit dengan angin yang sangat kencang menghembus kedua sisi jembatan tersebut.

Guru Zen melangkah ketengah jembatan, tanpa berpikir lama guru mencari target dan segera melepaskan anak panah yang tepat mengenai buah di pohon. Kini giliran pemuda itu. Pemuda bergetar melihat adanya jembatan reot itu, jangankan untuk menarik busur dan anak panahnya,  untuk melangkah pun serasa sangat berat dilakukannya. “Kamu mempunyai banyak keterampilan dengan busurmu“, kata guru Zen , “Namun kamu hanya mempunyai sedikit keterampilan dengan akal budimu”. Pemuda itu gemetaran dan menangis.

 Apakah makna dari cerita tersebut? Secara singkat, keterampilan apabila tidak dibarengi dengan akal budi yang kuat akan berbuah kesia-siaan. Diperlukan keselarasan dan kesatupaduan antara keterampilan dan akhlak. Boleh saja kita memiliki segudang keterampilan dalam diri kita namun apabika tidak menyatu dengan akal budi, keterampilan itu tidak lebih sekedar “alat dalam diri kita” (a mean in our life), bukannya “bagian dari diri kita” (a part of our life).

Semoga kita dapat mengambil hikmah di setiap episode kehidupan kita. Selalu menghayati hidupnya :)

Waktu adalah sesuatu yang tak terbendung, ia akan terus bergerak sekalipun kita telah lelah untuk beranjak dari tempat kita berdiri, ia akan terus melangkah ke depan sekalipun kita telah kehilangan semangat dalam mengarungi kehidupan ini.

Tapi inilah realitas dari kehidupan, ketika kita merasa telah berjuang begitu keras, ternyata masih banyak kerikil tajam yang masih mengganjar di setiap langkah kita, ketika kita telah berupaya, masih ada kegagalan yang menghampiri kita, masih ada tangis yang mengiringi jalan kita, masih banyak hal yang tidak sesuai dengan harapan kita, apalagi ketika kita memasuki tahun-tahun penuh tantangan seperti ini.

Di keluarga, ketika kita didudukan sebagai anak, kita merasa kurang mendapat perhatian dari orang tua, dan sebaliknya sebagai orang tua, kita merasa anak zaman sekarang sangat sulit dididik, walaupun kita telah berupaya melakukan terbaik untuknya, lalu ketika usia kita beranjak senja, sebagai opa dan oma, kita merasa ditinggali dan terabaikan, kita kesepian.

Di pekerjaan, ketika kita didudukan sebagai karyawan, kita merasa tenaga kita telah diperas habis oleh perusahaan dan sebaliknya sebagai pemilik perusahaan, kita merasa karyawan kita kurang berdedikasi dan tidak bertanggungjawab, dan hanya pintar menuntut. Dan ketika hal itu terjadi pada diri kita, ketika kita dibenturkan dengan masalah-masalah tersebut, kita merasa sebagai makhluk yang paling malang, sebagai insan yang paling menderita di dunia.Kita pun segera bertanya-tanya, mengapa alam begitu tidak adil, mengapa kita harus terlahir menanggung derita-derita yang berkepanjangan ini?

Ketika rentetan peristiwa datang bertubi-tubi dan pertanyaan itu tak terjawabkan, kita dilanda rasa frustasi yang teramat sangat, kita merasa begitu lelah, kita merasa terabaikan, tubuh kita seakan mati rasa, denyut nadi kita berhenti sesaat, kita segera terjebak dalam ruang gelap yang tidak pernah kita tahu kapan berakhirnya.Lalu, sebelum semuanya semakin kelam, mari kita katup mata kita dan buka hati kita, mari kita manfaatkan waktu ini untuk merenung, menelaah dan mencari pencerahan dari cerita kecil ini, sang tukang kayu dalam kisah ini mungkin akan membangunkan hati kita.

Dikisahkan, seorang tukang kayu yang telah kelelahan berkarya ingin segera menjalani kehidupan pensiunnya, sejak awal dia adalah tukang kayu yang berbakat, tukang kayu yang berdedikasi tinggi atas pekerjaannya, tukang kayu yang bertanggung jawab penuh.Ketika ia menyampaikan keinginannya kepada Sang Tuan, ia malah diberi tugas terakhir sebelum pensiun, sang Tuan ingin ia membuat sebuah rumah megah untuknya.

Tukang kayu yang berbakat itu tiba-tiba berubah, ia menjadi tukang kayu yang sembrono, tukang kayu yang asal-asalan. Pukulan palu yang harus ia ayunkan tiga kali, hanya ia ayunkan satu kali, itu pun ia lakukan dengan tidak sepenuh hati. Dengan terpaksa ia menyelesaikan tugas terakhirnya, ia merasa Sang Tuan tidak lagi berpihak padanya, ia sungguh kecewa. Dan kekecewaannya ia lampiaskan pada pekerjaanya. 

Sebuah “Rumah Mewah” yang jauh dari arti “Mewah ” akhirnya selesai tepat waktu.Ketika hari pensiun tiba, sang tukang kayu akhirnya mendapat sebuah amplop yang berisi sejumlah uang pensiun dan sebuah “KUNCI” rumah. Ketika ia menerimanya segera ia tersadar, ternyata kunci yang digenggamnya adalah kunci dari “Rumah Mewah” yang baru selesai dibangunnya. “Hadiah special ini dipersembahkan padamu, karena kerjamu yang luar biasa dan berdedikasi selama bekerja di sini.” Kata Sang Tuan.Lalu, sang tukang kayu hanya mampu melihat kunci rumah itu dengan “PENYESALAN”.

Bukankah kita seperti tukang kayu ini, kita kadang-kadang lupa bahwa kita adalah pembuat rumah untuk diri kita sendiri.Ketika kita membangun rumah masa depan kita dengan sembrono, kita akan mendapatkan rumah yang mungkin kita tidak sukai, tapi itulah rumah yang harus kita tempati, rumah yang kita bangun dengan ayunan tangan kita. Kita boleh merasa kecewa ketika kita mendapati kenyataan bahwa rumah kita tidak seindah yang kita impikan, bahkan reok.

Kita boleh merasa kecewa ketika kita harus melalui kehidupan yang tidak menyenangkan, tapi inilah realitas hidup, sedih yang berkepanjangan tidak akan mengubah rumah yang telah kita bangun dengan tangan kita sendiri, oleh karma yang telah kita tanamkan.

Lalu, mari kita kembali pada kehidupan kita yang keras, yang penuh tantangan, ketika segalanya berubah menjadi kacau dan tidak terkendali, ketika kita begitu frustasi. Saat ini, kita masih diberi waktu untuk mengubah rumah masa depan kita, kita masih diberi waktu untuk memperindah setiap sudut ruangan hati kita. Mari kita kembali renungkan apa yang telah kita perbuat selama ini, bagaimana kita membangun rumah kita, seberapa baik kita telah membangun masa depan kita? Disadari atau tidak, kita dapat membangun rumah kecil kita melalui hal-hal sederhana, kita dapat membangunnya melalui pelukan kita pada mama, melalui secangkir kopi yang kita suguhkan pada papa, melalui kecupan selamat pagi untuk pasangan kita, atau melalui aluran tangan kita untuk menuntun bocah-bocah kecil kita.

Beban berat yang kita pikul akan menjadi lebih ringan, karena tangan-tangan kasih dari ayah bunda, saudara, kerabat dan teman akan membantu kita melaluinya. Dan kita pun akan menjadi kokoh. Melalui kesempatan ini, ketika kita masih ada waktu, selama kita masih diberi kesempatan untuk berbagi kasih, mari kita lakukan hal-hal sederhana itu sekali lagi. Mari peluk Mama yang di samping kita dan nyatakanlah cinta kita, mari kita kecup kening adik kecil kita, , mari kita jabati teman kita dan katakan betapa kita menghargai persahabatan itu dan mari kita maafkan mereka yang pernah menyakiti kita.

Disela sela mengerjakan rentetan laporan sedikit menulis keluhan diri disini, karena bingung selama 6 bulan terakhir ini ga begitu banyak yang bisa diajak curhat bersama.

28 Desember, yap 3 hari menuju 31 Desember yang berarti akhir dari 2011. Bicara waktu, waktu memang tidak akan kembali karena waktu terus berjalan ke depan. Waktu memang kejam, dia tidak melihat pria atau wanita, tua atau muda, sakit atau sehat, waktu akan terus melaju.
Waktu ga banyak pusing mikirin samping sampingnya, tidak begitu peduli dengan kegiatan yang ada, tidak begitu sudi untuk sekedar menengok atau menolong seseorang yang sedang tergelincir di sampingnya, karena waktu akan terus melihat ke depan, maju tegap selalu tak berdengung.Ya itu karena waktu memang tak pandai melihat kondisi sekitar.

Satu satunya besaran yang tidak berulang adalah waktu

Coba waktu diciptakan Allah bukan sebagai besaran namun sebagai manusia, gimana ya tanggapan sekitarnya. Sombong pisan.

 

Bicara eh bicara, sebenarnya bukan waktu yang saya ingin permasalahkan disini. Kembali lagi ternyata 3 hari lagi sudah berubah tahun.
Tahun 2011 berubah menjadi 2012.

2011..

2011 ya? waw tahun yang indah. Di tahun ini saya merasakan banyak sekali pengalaman, banyak sekali kemudahan, dan sekaligus banyak sekali kekecewaan dan cobaan. Mau di list kekecewaan dan cobaannya? Ah mendingan jangan, karena mengumbar kesengsaraan ga baik hanya menimbulkan simpati sekitar dan sebaran bad news.
Kalau pengalaman dan kemudahannya gimana ? hmm ya boleh lah dishare sedikit.

Januari 2011 , tahun baru dari 2010 saya menyiapkan banyak rencana di tahun ini yg allhamdulillah 83 % berhasil diraih semua

Februari 2011 ,buat karya seni baru, bungkus dan pentagram, pertama kali ngasi suprise ke ..hmm

Maret 2011 ..hmm

April 2011 asik dapet baju baru hehe :’)

Mei 2011 .. dilema pilihan sepertinya, pencalonan menjadi kahim, pengunduran dari kabinet, melangkahkan keyakinan fast-track

Juni 2011 .. mulai kesengsaraan

Juli 2011 Ke Bali ! pertama kalinya ke Bali walau untuk KP

Agustus 2011 Nah ini, masuk kuliah dengan banyak pikiran, tapi udah mulai merencanakan dengan matang

September 2011 ..hmm apa ya, putus kali ya

Oktober 2011 Allhamdulillah dapet kesempatan ke Taiwan. Subhanallah sekali, ga enaknya ama Anjar lagi aja, cowo lagi. hehe pis nya njar ^^V . Selain ke Taiwan saya juga ikut PKM disini ya, semoga PMW ini berhasil pengumumannya akan ada di 2012.

November 2011 dapet uang PMW, dan mulai serius wirausaha , Meremoro makin kuat

Desember 2011 Saya harus bagus semester ini walau banyak badai, dan laporan KP harus selesai juga bulan ini.

.. 2012

Nah itu sedikit flash back satu tahun. Kalau lebih detilnya nanti saya buat dalam artikel sendiri mungkin ya. Saya pikir butuh juga kita mendokumentasikan kehidupan kita per tahunnya agar teringatkan kembali dan lebih bersyukur. Ya, itu dilain artikel.
Hmm.. tapi kenapa jadi menulis flashback. Bukan itu sebenarnya yang saya ingin tuliskan saat ini. Kembali lagi.

Yap, 3 hari menuju 2012 apa sebenarnya sih yang paling saya takutkan sampai sampai membuat tulisan seperti ini di blog yang saya hormati.
Yap, sebenarnya saya masih terbayang bayang sebuah pertanyaan kecil yang sebenarnya sudah saya tanyakan berulang kali namun saya belum teryakinkan aja. Kalau misalkan dipikirkan pun saya udah tau jawabannya tapi ya itu, ga yakin.

Selain pertanyaan itu, ada satu lagi yang selalu membayangi akhir akhir ini

.. sempat ketemu ga ya sebelum akhir tahun

semoga cepat sembuh :’)

Pagi hari sudah dikagetkan dengan tantangan teman di grup facebook. Mungkin ga pas saat pagi sudah membaca essay , artikel atau paper maka dari itu pandangan lebih tertarik pada gambar visual.

 

Yap, Cari “The Hidden Tiger” di gambar tersebut. Pada saat kamu menemukan jawabannya, yap you will *and should be* shit brix  :))
Hahaha merasa tertantang ? Silakan Mencoba :)

Salah satu yang membuat kita lebih hidup adalah bermanfaat kepada orang lain. Mungkin banyak yang bisa kita lakukan untuk lebih bermanfaat dalam hidup ini, setiap pribadi pun memilik bentuknya masing masing untuk mengaktualisasikan dirinya. Ada yang berusaha melakukan kegiatan sosial, membantu sekitar dalam pembangunan desanya, ada yang berusaha lebih baik dengan mengasah dirinya dengan belajar mendalami keilmuannya sehingga kemudian dapat membangun bangsa, ada juga yang sedikit membantu keluarga dengan bekerja paruh waktu, dan ada pula yang berusaha mengajar ke lingkungan sekitar.

Saya sendiri memilih beberapa kegiatan, salah satunya mengajar anak-anak lingkungan sekitar. Sebenarnya banyak sekali yang saya ingin share ke anak-anak dari mulai pengetahuan eksak, geografi, sejarah, bisnis, desain namun waktu yang kurang mendukung dan posisi yang kurang tepat sehingga pengajaran difokuskan ke pembalajaran agama.

Dengan mengajar, anak-anak ini paling tidak menjadi lebih tahu akan hakikat kebenaran dan yang paling saya suka, dengan adanya forum belajar, aktifitas tukar pendapat, silang tanya jawab ini yang menjadikan pikiran terbuka dan proses membentuk kecerdasan. Disini otak kita dipaksa untuk mengkerutkan sarafnya kembali. Mengapa agama? Saya sama sekali tidak men-judge bahwa saya adalah orang yang alim taat beragama, tapi ini karena saya sendiri berpikir saya bisa menambah wawasan dan ketebalan ilmu saya. Saya banyak dosa bahkan setiap hari saya melakukan maksiat yang berulang namun ini salah satu usaha untuk menghambatnya.

Bukankah hati kita sedikit terenyuh saat melihat anak anak ini ?

Banyak sekali bentuk mengaktualisasikan diri, dengan tidak mengurangi kualitas satu dengan lainnya silakan teman teman bisa memilih kegiatan mana yang teman teman lebih sukai dan lebih cocok dengan kepribadian teman teman. Karena pad adasarnya tujuannya adalah satu yaitu sebanyak banyaknya bermanfaat bagi lingkungan kita.
Yang perlu diperhatikan adalah seberapa konsisten kita terhadap amanah dan kegiatan yang sudah kita pilih. Semoga kita terus dikuatkan  :)

Manusia diciptakan dengan diberkahi anugerah terbesar dari penciptanya yaitu akal pikiran. Dengan akal manusia berpikir, mencerna persoalan, menyiasati keadaan, dan mencari solusi jitu akan segala permasalahan yang dihadapi dalam hidupnya. Selain untuk mencerna segala persoalan yang dihadapi, akal pun digunakan manusia dalam mencari hasrat kehidupan mereka. Hasrat tersebut dapat meliputi berbagai aspek kehidupan yang akhirnya berujung pada kelangsungan hidup manusia.

Hasrat manusia untuk menyelamatkan hidup tidak lepas dari sejauh mana akal pikiran mereka mencerna permasalahan dan mewujudkannya dalam sebuah persoalan yang dapat dipecahkan solusinya. Ini lah yang kemudian menjadi suatu pengetahuan yang memerlukan ilmu dalam pemecahan masalahnya sehingga timbulah ilmu pengetahuan.

Ke depannya, manusia selalu melakukan pemikiran dan penyiasatan untuk mengubah hidupnya agar lebih mudah dan lebih nyaman. Diperlukannya upaya dalam pemecahan masala- masalah kehidupan dimana ilmu pengetahuan menjadi basis penting dalam pengusahaannya. Riset merupakan kunci dari itu semua.

Riset merupakan upaya manusia untuk mencari solusi akan suatu masalah kehidupan manusia dengan langkah-langkah sistematis tertentu secara ilmiah. Dengan riset diperoleh solusi dan kesimpulan ilmiah mengenai suatu permasalahan sehingga manusia dapat mempraktikannya langsung untuk merubah kehidupannya

Definisi Riset

Terdapat beberapa macam definisi riset, diantaranya ;

Penyelidikan ilmiah secara sistematik terhadap persoalan berdasarkan data , pertanyaan atau isu dalam suatu bidang ilmu. Di dalamnya tercakup uji empiris, penyusunan dalil, pengujian pernyataan, kritik terhadap teori seseorang, atau pun penjelasan tentang suatu fenomena.

Pendekatan secara sistematik untuk membuktikan atau menyangkal suatu hipotesis.

Mendapatkan informasi yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan sehingga dapat membantu menyelesaikan suatu persoalan.

Usaha keras untuk menemukan fakta baru, prosedur, metode dan teknik melaui kajian ilmiah dan penyelidikan yang kritis.

Aktivitas yang dirancang untuk menguji suatu hipotesis, menghasilkan kesimpulan sehingga memberikan kontribusi bagi pengembangan pengetahuan.

Suatu rangkaian pelaksanaan kegiatan yang telah dipikirkan secara matang dan cermat yang memungkinkan untuk mengetahui bagaimana suatu persoalan dapat dipecahkan atau paling tidak diminimalkan.

Dari beberapa definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa di dalam riset terdapat beberapa aspek penting, seperti ;

  • riset merupakan rangkaian kegiatan (tidak hanya satu kegiatan),
  • riset meupakan pendekatan ilmiah,
  • riset harus sistematik,
  • berdasarkan data dan uji empiris
  • bertujuan menjawab pertanyaan
  • riset dapat menemukan fakta, prosedur, metode atau teknik baru.

Sehingga penulis dapat menyimpulkan bahwa riset pada hakekatnya adalah ;

Upaya dalam mencari kebenaran atau solusi suatu permasalahan melalui suatu proses ilmiah yang sistematik  berdasarkan data dan pengkajian berbagai disiplin ilmu dan kemudian pengetahuan tersebut dapat digunakan untuk perubahan kehidupan.

Tujuan Riset

Terdapat beberapa tujuan suatu proses riset, diantara yaitu ;

  1. Mengetahui sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui oleh manusia.
  2. Meningkatkan pengetahuan manusia agar lebih yakin dan sesuai dengan kenyataan.
  3. Menemukan sesuatu (discovery).
  4. Menyelidiki situasi atau persoalan yang ada.
  5. Mencari solusi atas suatu persoalan.
  6. Membangun atau menyusun prosedur/sistem baru.
  7. Menjelaskan fenomena baru, membuat pengetahuan baru.

Namun sebelum proses riset itu sendiri dijalankan ada pula maksud dan tujuan riset dijalankan, yaitu;

  1. Mendapatkan uang.
  2. Promosi jabatan.
  3. Mendapatkan pekerjaan.
  4. Mempertahankan pekerjaan.
  5. Mendapatkan gelar.
  6. Supaya terkenal

 

Proses Riset

 

Identifikasi Persoalan

Yaitu proses mengidentifikasi permasalahan yang akan dipecahkan untuk mencapai tujuan riset. Tahapan ini adalah menentukan Research Question. Ini merupakan tahapan paling krusial dalam riset karena ini adalah inti permasalahan riset. Seringkali riset tidak terpecahkan karena Research Question tidak jelas dan spesifik. Bahkan para ilmuan setuju bahwa apabila kita telah menemukan Research Question  riset kita sudah berhasil 50 %. Read More

Seorang seorang peneliti yang hendak membuat tulisan, agar mampu melakukan kegiatan menulis dengan baik, diperlukan bekal yang memadai. Seorang penulis harus mengetahui beberapa hal yang berkaitan dengan petunjuk umum yang harus dikuasai, sebelum penulis itu memilih bentuk tulisan yang akan diselesaikannya. Ketidakberdayaan seorang peneliti atau seorang penulis menyelesaikan karya tulisnya, mungkin disebabkan dia tidak memiliki bekal yang cukup saat memulai menulis, sehingga banyak kendala yang kemudian ditemui. Agar kegiatan menulis ini lancar, tanpa kendala yang berarti, maka seorang penulis harus memiliki bekal, mengetahui petunjuk umum bagi calon penulis, sebagai berikut.

Membaca Sebagai Sarana Utama

Keterampilan berbahasa saling terkait satu sama lain. Keterampilan berbicara berkaitan dengan mendengar. Orang yang tidak bisa mendengar atau tuli tidak bisa berbicara. Kaitan antara membaca dan menulis juga cukup erat. Para ahli mengatakan bahwa untuk dapat menulis kita harus banyak membaca. Membaca adalah sarana utama menuju keterampilan menulis.

Latar Belakang Informasi

Jika Anda merasa kesulitan menuangkan ide, perlu diwaspadai barangkali latar belakang informasi yang akan ditulis kurang lengkap. Sama halnya ketika Anda ingin mencari alamat seseorang, sedangkan alamatnya kurang lengkap, maka Anda akan mengalami kesulitan. Pun demikian ketika seseorang menanyakan tentang cara membuat minyak klentik, padahal Anda belum mengetahuinya. Tentu Anda akan kesulitan untuk memberikan penjelasan. Jika Anda harus menulis sesuatu yang minim informasi, maka Anda akan berputar-putar di sekitar masalah itu ke situ, penuh dengan klise-klise usang, kering dan kerdil. Untuk menghindari hal itu, maka ketika hendak menulis tentang apa saja, kumpulkan informasi sebanyak mungkin. Seorang penulis dengan latar belakang yang luas membuat Anda mudah meramunya. Anda bisa menulis dengan irama air, mengalir tanpa henti atau seperti hembusan angin. Hasilnya pun bukan kata-kata klise, tetapi sebuah karya yang padat, memiliki referensi atau kerangka referensi yang luas.

Well-rounded Man

Seorang calon penulis, atau yang hendak menyelesaikan tulisan, hendaknya dia memiliki citra well-rounded man atau gambaran seorang yang sempurna ibarat bulatnya bola. Bola yang bulat menyebabkan dia bisa menggelinding kemana saja. Maknanya, seorang penulis harus mengetahui serba sedikit tentang apa saja yang ada di dunia ini. Disamping ilmu kejuruannya, katakan dia seorang sarjana Matematika, tetapi dia mengetahui tentang cara memasak ikan, cara mengoperasikan komputer, sejarah bangsa, dan lain-lain. Dia akan menjadi manusia yang bercitra well-ounded man jika ia banyak membaca, atau menggali berbagai pengalaman hidup. Dengan banyaknya pengalaman, maka kita akan sangat mudah saat meramu laporan penelitian karya ilmiah.

Memiliki Kepekaan

Kepekaan yang dimaksud di sini ialah Read More

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.